Skip to main content Skip to search Skip to header Skip to footer

Demam sembuh, tujuan pulih

Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 14 Mei 2014

Aslinya diterbitkan di edisi Januari 2012 majalah The Christian Science Journal


Suatu hari, ketika saya sakit, badan saya terasa panas sekali seperti terbakar. Puteri saya yang berumur lima tahun suatu kali naik ke tempat tidur saya dan meletakkan kepala saya di pangkuannya. Dia mengatakan, “Mama, saya akan menghiburmu. Saya akan menghiburmu saja.” Dia tidak berkata apa-apa lagi, hanya duduk diam beberapa saat sebelum kembali bermain. Saya tersentak karena dia sama sekali tidak memperhatikan bahwa badan saya panas sekali. Saya sadar bahwa saya dapat juga bebas dari ketakutan dan demam seperti puteri saya itu, dan itulah titik balik menuju kesembuhan saya.

Dalam buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci, Mary Baker Eddy menulis, “Musnahkanlah ketakutan, maka kita hentikan demam” (hlm. 376).  Saya yakin itulah yang terjadi saat puteri saya membantu saya. Dengan sifat kanak-kanaknya yang tidak bersalah dan penuh kasih, dia sama sekali tidak merasa takut, dan hal tersebut mengangkat pikiran saya.

Namun demikian, begitu demam mereda, saya masih mengalami gejala-gejala yang lain, dan selain itu saya merasakan kesendirian yang aneh—merasa hampa, tidak ada suka cita, dan kehilangan tujuan. Saya tidak lagi mempelajari Alkitab, dan bahkan saya tidak ingat berusaha untuk berdoa. Saya merasa “bosan dengan semuanya.” Saya bahkan tidak mau menerima telepon atau membukakan pintu kalau ada yang datang. Kegelapan mental ini membayangi saya seperti awan hitam selama beberapa hari.

Lalu, pada suatu pagi, datang pikiran yang sangat jelas, bahwa sesuatu sedang berusaha mengalangi saya dari praktek penyembuhan. Pikiran itu membuat saya terbangun! Suami saya dan saya telah memulai praktek penyembuhan Ilmupengetahuan Kristen secara purna waktu dan baru saja terdaftar di majalah Journal. Jadi ketika datang saran untuk berhenti menjadi penyembuh, saya sadar bahwa itu tidak sah, dan saya dapat segera menyangkalnya. Saya  telah beberapa tahun membaktikan diri pada pekerjaan penyembuhan yang menakjubkan ini, dan tidak akan membiarkannya menjadi sia-sia.

Perubahan yang terjadi segera tampak. Seperti sebuah nyanyian cowboy, “Saya telah kembali di atas pelana.” Kembali berkarya dengan giat dan melakukan rutinitas yang normal. Keadaan fisik yang kurang selaras tidak segera sirna tetapi secara bertahap mulai menghilang, termasuk serangan batuk yang bertubi-tubi. Dalam dua minggu, saya sembuh sama sekali melalui doa.

Ilmupengetahuan yang sangat memberkati ini telah menjaga banyak anggota keluarga saya selama lima generasi. Baru-baru ini salah satu puteri saya bercengkerama dengan cucunya. Ketika Ariana becermin, dia berpaling kepada neneknya dengan mata berseri dan senyum manis sambil berkata, “Tahukan Nenek bahwa saya adalah cerminan Allah?”

Tidak mengherankan bahwa sekarang saya mengajarkan kebenaran-kebenaran Alkitab yang menakjubkan kepada anak-anak di Sekolah Minggu!

Patty Wilson, Seoul, Korea

Sayalah puteri yang menolong ibunya waktu itu. Ibu membesarkan puteri-puterinya, kami kakak-beradik, dalam Ilmupengetahuan Kristen, yakin bahwa Allah adalah Pencipta yang Satu—Ibu-Bapa yang sebenarnya. Ibu juga bersuka-cita atas naluri rohaniah kami sebagai anak-anak. Dia percaya bahwa kami masing-masing dapat berhubungan langsung secara individual dengan Allah dan memiliki kemampuan dalam diri kami untuk menerima dan bertindak berdasar bimbingan Allah. Orang tua saya selalu membiarkan Allah membimbing mereka, oleh karena itu kepindahan ibu ke Korea tidak mengejutkan saya. Kami selalu mengasihi seluruh dunia. Tempat tinggal sudah selalu merupakan suatu konsep rohaniah, bukan lokasi geografis.

Linda Hosseinmardi

Misi Bentara

Pada tahun 1903, Mary Baker Eddy mendirikan Bentara Ilmupengetahuan Kristen. Tujuannya: “untuk memberitakan kegiatan serta ketersediaan universal dari Kebenaran.” Definisi “bentara” dalam sebuah kamus adalah “pendahulu—utusan yang dikirim terlebih dahulu untuk memberitakan hal yang akan segera mengikutinya,” memberikan makna khusus pada nama Bentara dan selain itu menunjuk kepada kewajiban kita, kewajiban setiap orang, untuk memastikan bahwa Bentara memenuhi tugasnya, suatu tugas yang tidak dapat dipisahkan dari Kristus dan yang pertama kali disampaikan oleh Yesus (Markus 16:15), “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, 7 Juli 1956

Belajar lebih lanjut tentang Bentara dan Misinya.