Skip to main content Skip to search Skip to header Skip to footer

2016

Kejelian dan naluri rohaniah adalah sifat-sifat yang ditekankan Yesus pada para muridnya dan semua pengikutnya: “Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!” (Markus 13:37). Murid-muridnya, dan orang banyak yang mengikutinya, seringkali mendapat kesulitan menuruti teladan yang diberikan kepada mereka.

Setiap pelajar Ilmupengetahuan Kristen memiliki tanggung jawab yang kudus dan hak istimewa untuk menunjukkan keampuhan Kristus, Kebenaran, yang menyembuhkan dalam pengalaman insani. Tidak ada aktivitas yang lebih menyenangkan, lebih memuaskan, atau lebih berharga daripada berjalan dengan Allah hari demi hari.

Ketika saya menginjak umur tiga tahun, nenek saya memasukkan saya ke Sekolah Minggu di cabang Gereja Kristus, Ahli Ilmupengetahuan, di mana dia menjadi anggota. Nenek sendiri adalah seorang pelajar Ilmupengetahuan Kristen yang boleh dikatakan baru.

Inflasi merupakan sumber kekhawatiran bagi kebanyakan orang yang tinggal di negara-negara Barat. Orang dihadapkan pada harga-harga yang tinggi, yang seringkali disertai pajak yang tinggi.

Dalam suratnya kepada Jemaat di Galatia 3:28, Rasul Paulus mengingatkan bahwa kita semua satu dalam Kristus, dengan demikian mengakui bahwa identitas manusia bersifat rohaniah.   Saya mempunyai pengalaman yang sangat penting beberapa tahun yang lalu ketika bekerja sebagai perawat di fasilitas perawatan Ilmupengetahuan Kristen di Amerika Serikat.

Allah memberikan cara untuk mengatasi setiap rintangan yang disangkakan ada dengan Kebenaran dan Kasih. Dalam mempelajari Alkitab saya belum pernah menemukan bahwa Allah tidak menolong manusia.

Saya ingin menyampaikan rasa syukur saya yang dalam untuk para penyembuh Ilmupengetahuan Kristen yang tanpa mementingkan diri sendiri telah mengabdikan diri untuk menolong orang lain melalui doa. Beberapa tahun yang lalu, pagi-pagi sekali saya mendapati diri saya menderita apa yang kelihatannya sebagai efek dari keracunan makanan.

Kadang-kadang datang saran agresif bahwa karena seseorang telah melakukan kesalahan maka penderitaan yang diakibatkannya tak dapat tiada pasti berlanjut, atau bahwa setelah mengalami kegagalan, seseorang tidak dapat menghindari kegagalan lebih lanjut; tetapi Ilmupengetahuan Kristen menghapuskan khayalan tersebut dengan fakta rohaniah bahwa manusia sebagai keserupaan Allah, selamanya ada di bawah bimbingan Budi ilahi yang tidak dapat salah, dan Budi tidak mengenal kesalahan. Pemahaman akan kebenaran ini menjadi nyata di dalam pengalaman manusia, dalam bentuk kemajuan, pencapaian, dan keberhasilan.

Suatu hari di musim panas yang lalu, saya menggendong putera saya menuruni tangga. Ketika sampai pada anak tangga terakhir, sepatu saya terpeleset dan saya melangkah turun dengan posisi yang salah dan merasakan pergelangan kaki saya retak.

"Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu?” demikian Penyair Mazmur bernyanyi, “ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku" (Mzm 139:7-10).

Misi Bentara

Pada tahun 1903, Mary Baker Eddy mendirikan Bentara Ilmupengetahuan Kristen. Tujuannya: “untuk memberitakan kegiatan serta ketersediaan universal dari Kebenaran.” Definisi “bentara” dalam sebuah kamus adalah “pendahulu—utusan yang dikirim terlebih dahulu untuk memberitakan hal yang akan segera mengikutinya,” memberikan makna khusus pada nama Bentara dan selain itu menunjuk kepada kewajiban kita, kewajiban setiap orang, untuk memastikan bahwa Bentara memenuhi tugasnya, suatu tugas yang tidak dapat dipisahkan dari Kristus dan yang pertama kali disampaikan oleh Yesus (Markus 16:15), “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, 7 Juli 1956

Belajar lebih lanjut tentang Bentara dan Misinya.