Skip to main content Skip to search Skip to header Skip to footer

Hidup yang penuh rasa syukur dan terpenuhi

Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 29 September 2021

Aslinya ditulis dalam bahasa Jerman, kesaksian ini dimuat di Bentara Ilmupengetahuan Kristen berbahasa Jerman, Perancis, Portugal, dan Spanyol, edisi Desember 2013.


Saya telah mempelajari Ilmupengetahuan Kristen selama lebih dari 50 tahun, dan bersandar kepada apa yang saya pelajari dari membaca buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci karangan Mary Baker Eddy bersama dengan Alkitab untuk mengalami kesembuhan yang cepat dari berbagai masalah seperti penyakit, rasa sakit, kelelahan, dan stres. Seringkali saya harus berjuang guna mendapatkan pengertian rohaniah, tetapi saya telah mendapati bahwa semua usaha saya untuk mempelajari Alkitab dan bahan bacaan Ilmupengetahuan Kristen telah membawa berkat dan membuat saya maju secara rohaniah. 

Ilmupengetahuan Kristen mengajarkan bahwa “Roh adalah yang sejati dan abadi; zat ialah yang tidak sejati dan bersifat sementara” (Ilmupengetahuan dan Kesehatan, hlm. 468 ). Begitu saya memahami fakta ini, tidak sulit bagi saya untuk menerima cara penyembuhan yang murni bersifat rohaniah ini dan mempraktekkannya dengan berhasil. Saya melihat bahwa ketika kita menaruh iman kita kepada Roh, Allah, alih-alih kepada zat, kita mulai menyadari bahwa Allah menyediakan yang kita perlukan dalam situasi apa pun. Saya belajar untuk membebaskan diri dari iman kepada zat. Khususnya satu kesembuhan yang serta-merta, sepenuhnya meyakinkan saya bahwa Roh ilahi benar-benar adalah semua dan bahwa saya bersifat rohaniah. 

Pada suatu hari beberapa tahun yang lalu, saya berdiri di dapur di dekat kompor saya, mengalirkan gas, dan ketika menyalakan api, terjadi suatu ledakan kecil. Tekanan udara yang kuat dari ledakan itu menyebabkan tutup kaca yang berat terlempar dari kompor tersebut dan menghantam dahi saya dengan sisinya yang tajam yang terbuat dari metal. 

Dengan segera saya memikirkan apa yang telah saya baca dan pahami dari Pelajaran Alkitab minggu itu di Buku Triwulanan Ilmupengetahuan Kristen: “Zat tidak mempunyai hidup, oleh karena itu zat tidak sungguh-sungguh ada” (Ilmupengetahuan dan Kesehatan, hlm.584 ). Saya tidak mengalami ketakutan, pingsan, luka, atau bengkak. Yang dapat saya lakukan hanyalah bersyukur kepada Allah, bukan saja karena saya tidak mengalami cedera atau efek buruk dari peristiwa tersebut, tetapi juga karena saya memahami ajaran rohaniah yang agung ini—bahwa hidup bersifat rohaniah, bukan kebendaan. 

Kasih dan rasa syukur saya untuk Firman Allah, yang dapat menyembuhkan dengan serta-merta, tidak dapat diukur. Selama bertahun-tahun saya mendapati bahwa kebenaran yang saya pelajari dalam Ilmupengetahuan Kristen telah menunjukkan perlindungan serta penjagaan Allah atas diri saya, dan telah benar-benar membuat saya bahagia dan dengan yakin melangkah maju dalam situasi apa pun. 

Beberapa bulan setelah peristiwa tersebut, saya terbangun pada suatu malam dengan detak jantung yang berdebar sangat kuat dan kesulitan bernafas. Saya sendirian saat itu, dan tidak seorang pun berada di dekat saya untuk membantu. Pikiran saya segera berpaling kepada Kasih ilahi, Allah, dan saya mendengar kata-kata ini, “Jangan takut, hati yang kecil, karena engkau telah selalu setia, dan ‘hati Kasih yang besar’ (lihat Ilmupengetahuan dan Kesehatan, hlm. 448) ada bersamamu.” 

Saya merasakan kasih Allah di dalam diri saya, dan dengan segera saya menjadi tenang. Jantung saya mulai berdetak secara normal. Kesulitan bernafas itu juga segera menghilang ketika saya merasakan kehadiran Kasih ilahi, yang menghapuskan semua ketakutan saya. Seperti dikatakan dalam Alkitab, “Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan” (1 Yoh. 4:18). Kemudian saya menyanyikan sebuah nyanyian dari Buku Nyanyian Ilmupengetahuan Kristen yang dimulai dengan kata-kata ini “Tenangkanlah hatiku” (John Newton, No. 291 ). Kata-kata nyanyian ini makin menguatkan kepercayaan saya kepada Tuhan. Sesudah itu saya tertidur, dan terbangun keesokan harinya dengan perasaan bahagia dan bersyukur. Masalah dengan jantung saya tidak datang lagi.  

Untuk semua hal di dalam hidup saya, saya bersandar kepada pemahaman saya tentang Allah dan iman saya kepada kebenaran dan kasihNya yang mutlak, yang telah saya temukan dengan mempelajari Alkitab dan Ilmupengetahuan dan Kesehatan.

Hannelore F. Fuchs
Concepción, Chili

ACCESS MORE GREAT ARTICLES LIKE THIS!

Welcome to Herald-Online, the home of The Christian Science Herald. We hope you'll enjoy this article that has been shared with you.

To receive full access to the Heralds, activate an account using your print Herald subscription, or subscribe to JSH-Online today!

Misi Bentara

Pada tahun 1903, Mary Baker Eddy mendirikan Bentara Ilmupengetahuan Kristen. Tujuannya: “untuk memberitakan kegiatan serta ketersediaan universal dari Kebenaran.” Definisi “bentara” dalam sebuah kamus adalah “pendahulu—utusan yang dikirim terlebih dahulu untuk memberitakan hal yang akan segera mengikutinya,” memberikan makna khusus pada nama Bentara dan selain itu menunjuk kepada kewajiban kita, kewajiban setiap orang, untuk memastikan bahwa Bentara memenuhi tugasnya, suatu tugas yang tidak dapat dipisahkan dari Kristus dan yang pertama kali disampaikan oleh Yesus (Markus 16:15), “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, 7 Juli 1956

Belajar lebih lanjut tentang Bentara dan Misinya.