Skip to main content Skip to search Skip to header Skip to footer

Rasa sakit teratasi dan lengan kembali bisa digunakan

Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 12 Oktober 2018

Aslinya diterbitkan di edisi 27 Agustus 2018 majalah Christian Science Sentinel


Beberapa tahun yang lalu saya mengalami kesembuhan yang terus menjadi dukungan kuat bagi pergantungan saya pada Ilmupengetahuan Kristen. Selama beberapa waktu lengan kanan saya terasa semakin tidak nyaman. Dengan berjalannya waktu saya menjadi tidak mampu mengangkat lengan itu. Tidak lama sebelumnya, saya menjadi Pembaca Kedua di gereja saya, suatu cabang Gereja Kristus, Ahli Ilmupengetahuan, dan setiap kali saya menuju podium saya harus mengangkat lengan kanan saya dengan tangan kiri untuk diletakkan di atas meja agar saya dapat membuka halaman-halaman Alkitab saat membaca. Lengan itu terasa sakit, terutama di malam hari.

Ibu saya, seorang penyembuh Ilmupengetahuan Kristen yang terdaftar di majalah The Christian Science Journal, membantu saya dengan doa penyembuhan Ilmupengetahuan Kristen. Saya lupa sebagian besar dari ide-ide yang kami gunakan untuk berdoa, tetapi saya ingat bahwa ide dan petikan tentang konsep mengenai “lengan” dan “tangan” dari Alkitab dan Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci karangan Mary Baker Eddy termasuk yang kami pelajari. Alkitab menyebutkan tentang “tangan kanan TUHAN,” dan kami memahami bahwa itu melambangkan kekuatan dan kewenangan. Saya sadar bahwa saya dapat berharap untuk mencerminkan kekuatan dan kemampuan yang ada di dalam diri saya sebagai gambar dan keserupaan Allah dengan seluruh kewenangan Allah. 

Meskipun demikian, keadaan semakin memburuk, sampai pada suatu malam saya terbangun dan tidak dapat menemukan suatu posisi di mana saya dapat menahan rasa sakit itu. Saya bangkit dan pergi ke ruang keluarga, duduk dalam kegelapan, dan berusaha berdoa dengan ide-ide yang saya kenal dengan baik, seperti Doa Tuhan, “pernyataan ilmiah tentang wujud” dari buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan (hlm.468), dan Mazmur 23 serta 91. Saya mulai menyanyikan lagu-lagu gereja (dengan pelan agar tidak membangunkan isteri dan anak-anak saya). Tetapi ternyata saya tidak bisa memusatkan perhatian karena rasa sakit itu. Dengan mata berlinang, saya berpaling kepada Allah mohon bantuan. 

Saat itulah terlintas dalam pikiran saya kisah Yakub di Alkitab: “Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. Lalu kata orang itu: ‘Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.’ Sahut Yakub: ‘Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.’" (Kejadian 32:24–26). Yakub perlu menangani tantangan yang dihadapinya sejak lama—perhubungannya yang tidak selaras dengan kakaknya—dan ini adalah perjuangannya untuk mendapatkan penebusan. 

Di buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan, Ny. Eddy menjelaskan: “Yakub seorang diri dalam pergumulannya dengan kesesatan — dalam perjuangannya melawan paham yang fana, bahwa hidup, substansi, dan kecerdasan ada di dalam zat dengan segala kenikmatan dan kesakitannya yang palsu — ketika timbul padanya suatu malaikat, suatu pesan dari Kebenaran dan Kasih, yang memukul sendi pangkal paha atau kekuatan kesesatannya, sampai diinsafinya ketidaksejatian kesesatan itu; dan Kebenaran, yang dipahaminya dengan demikian, memberinya kekuatan rohaniah dalam Pniel Ilmupengetahuan ilahi ini. Kemudian pesuruh rohaniah dari surga itu berkata: ‘Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing’, yakni terang Kebenaran dan Kasih telah merekah bagimu. Tetapi nenek moyang itu, karena menginsafi kesesatannya serta keperluannya akan pertolongan, tidak melepaskan pegangannya pada terang yang mulia itu, sampai wujudnya diperbaharui” (hlm. 308).

Saya menarik persamaan antara kemajuan Yakub dalam perjuangannya dan fakta bahwa dalam masalah lengan saya, saya mulai memahami kesejatian dari kemurnian saya. “Kesesatan”—pernyataan palsu bahwa saya hanyalah suatu wujud jasmaniah dan karena itu tidak memiliki perlindungan Allah yang penuh kasih serta kemampuan untuk mengatasi masalah ini—mencobai saya agar menyerah dan membiarkan rasa sakit itu menguasai saya. Saya mengatakan, “Tidak, aku tidak akan membiarkan engkau pergi,” sambil menyadari bahwa Kebenaran sesungguhnya memang ada di sana. Saya telah membuat kemajuan dan mulai menghargai bahwa kemurnian, kekuatan, dan kebebasan adalah warisan ilahi saya sebagai anak Allah yang terkasih. Hal ini mengilhami saya untuk berkata dengan keras dan tegas, “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku!” Segera rasa sakit itu berkurang, dan saya pun kembali tidur. 

Malam itu merupakan titik balik. Sejak saat itu saya mengalami kemajuan pesat, dan tidak lama kemudian masalah itu lenyap. Sekarang ini sudah lebih dari 25 tahun berlalu dan masalah itu tidak pernah kambuh. Hal ini tetap menjadi tonggak penyembuhan dalam pengalaman saya—yang selalu saya renungkan kembali ketika menghadapi tantangan yang seakan terlalu berat atau menakutkan. Kata-kata dari nyanyian kesukaan saya di Buku Nyanyian Ilmupengetahuan Kristen ini menggambarkan alasan bagi rasa syukur saya:

Kristus hidup, segala mimpi batal,
  Rantai pengikat putus terlepas.
Kristus datang membawa penyembuhan,
  Hilang penyakit dan pend’ritaan;
.  .  .  .  .  .  .
Air mata hapus timbullah bahagia,
  Hati yang takut jadi tenteram.
(Rosa M. Turner, No. 412, © CSBD)

Peter Vaughan
Simcoe, Ontario, Kanada

Misi Bentara

Pada tahun 1903, Mary Baker Eddy mendirikan Bentara Ilmupengetahuan Kristen. Tujuannya: “untuk memberitakan kegiatan serta ketersediaan universal dari Kebenaran.” Definisi “bentara” dalam sebuah kamus adalah “pendahulu—utusan yang dikirim terlebih dahulu untuk memberitakan hal yang akan segera mengikutinya,” memberikan makna khusus pada nama Bentara dan selain itu menunjuk kepada kewajiban kita, kewajiban setiap orang, untuk memastikan bahwa Bentara memenuhi tugasnya, suatu tugas yang tidak dapat dipisahkan dari Kristus dan yang pertama kali disampaikan oleh Yesus (Markus 16:15), “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, 7 Juli 1956

Belajar lebih lanjut tentang Bentara dan Misinya.