Skip to main content Skip to search Skip to header Skip to footer

Seorang pria dibangunkan dari maut

Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 27 November 2018

Aslinya diterbitkan di edisi 16 Agustus 1999 majalah Christian Science Sentinel


Saya ingin menyatakan rasa syukur kepada istri saya untuk kuasa doa penyembuhan Ilmupengetahuan Kristen ketika saya sakit parah. Suatu sore ketika saya tertidur, saya merasa mungkin akan tertidur untuk terakhir kalinya. Saya sedang sakit parah, dan hanya ingin terbebas dari perasaan itu. Saya tidak ingat berapa lama saya tertidur, tetapi saya ingat seakan secara perlahan saya terangkat dari tubuh saya. Rasanya seperti melihat diri saya sendiri tergolek di sana dengan istri saya di sebelah saya. Mula-mula, saya merasa damai ketika saya serasa bergerak lebih jauh ke atas. 

Saat itulah saya mendengar istri saya memanggil saya, menyuruh saya untuk bangun dari mimpi itu. Melalui doa serta pemahamannya akan kuasa ilahi, saya dengan sertamerta kembali dan bangun. Demam saya hilang dan saya tidak lagi mengigau. Saya mengalami kesembuhan yang tuntas, dan saya tak henti-hentinya bersyukur untuk kuasa penyembuhan Ilmupengetahuan Kristen dan kasih istri saya.  

William J. Nisbet
Randolph A.F.B., Texas, AS

Suatu sore ketika suami saya sakit, ia minta agar saya mendoakannya. Tidak lama kemudian ia kelihatannya mengigau. Untuk menghilangkan ketakutan, saya mulai membaca Pelajaran Alkitab yang ada di Buku Triwulanan Ilmupengetahuan Kristen dan artikel-artikel dari berbagai edisi majalah Sentinel. Ketika sedang membaca, saya menemukan petikan ini dari buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan: “Bagi penyembuh Ilmupengetahuan Kristen, penyakit adalah suatu mimpi, dan pasien harus dibangunkan dari mimpi itu" (hlm. 417).

Saya sadar bahwa kami mempercayai keadaan ini sebagai sejati dan memiliki kuasa, sedangkan—seperti sebuah mimpi—hal itu hanya sejati sampai kita “bangun” menyadari kebenaran akan kesejatian rohaniah. Apa yang sesungguhnya terjadi pada setiap orang adalah bahwa Allah senantiasa mengaruniakan hidup dan kesehatan kepada kita. Kebenaran-kebenaran ini membebaskan saya dari rasa takut. 

Saya berpaling lagi kepada suami saya, dan kelihatannya ia sudah tiada. Saya ingat bahwa pikiran ini segera datang kepada saya: Tidak ada waktu untuk takut atau meragukan kuasa Allah. Suatu perasaan tenang yang menakjubkan datang, dan saya membaca petikan itu lagi. Kali ini saya mengganti kata penyakit dengan maut. Maut "adalah suatu mimpi, dan pasien harus dibangunkan dari mimpi itu." Dengan tegas saya berteriak kepada suami saya,  “Bangun, ini hanya suatu mimpi. Allah adalah Hidupmu.”

Ia membuka matanya dan berkata, “Saya merasa damai sekali.” Saya menanyakan kepadanya apakah ia tahu apa yang baru saja terjadi. Ia berkata, “Saya baru saja bermimpi aneh sekali. Saya melayang-layang di langit-langit, dan dapat melihat tubuh saya tergeletak di tempat tidur. Sekarang saya merasa sehat; demam saya sudah hilang. Selamat tidur.” Malam itu ia tidur normal, dan keesokan harinya ia pergi bekerja seperti biasanya. Tidak ada yang bisa disamakan dengan sukacita yang saya rasakan malam itu. Sukacita karena mengetahui bahwa hidup yang dikaruniakan Allah kepada manusia tidak dapat dihancurkan, abadi. 

Beberapa bukti lain akan kuasa Allah dalam hidup saya mencakup kesembuhan dari impetigo, kutil, cacing gelang, demam, dan masalah perhubungan. Saya sangat bersyukur untuk kasih Allah, dan untuk semua orang yang telah berbagi ajaran Ilmupengetahuan Kristen dengan keluarga saya. 

Amy Nisbet

Misi Bentara

Pada tahun 1903, Mary Baker Eddy mendirikan Bentara Ilmupengetahuan Kristen. Tujuannya: “untuk memberitakan kegiatan serta ketersediaan universal dari Kebenaran.” Definisi “bentara” dalam sebuah kamus adalah “pendahulu—utusan yang dikirim terlebih dahulu untuk memberitakan hal yang akan segera mengikutinya,” memberikan makna khusus pada nama Bentara dan selain itu menunjuk kepada kewajiban kita, kewajiban setiap orang, untuk memastikan bahwa Bentara memenuhi tugasnya, suatu tugas yang tidak dapat dipisahkan dari Kristus dan yang pertama kali disampaikan oleh Yesus (Markus 16:15), “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, 7 Juli 1956

Belajar lebih lanjut tentang Bentara dan Misinya.