Skip to main content Skip to search Skip to header Skip to footer

Untuk kesembuhan, biarkan Allah bekerja di dalam diri kita hari ini

Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 5 Maret 2018

Aslinya diterbitkan di edisi Februari 2018 majalah The Christian Science Journal


Dalam pekerjaan saya sebagai seorang penyembuh Ilmupengetahuan Kristen, saya dapati bahwa orang yang meminta bantuan sering merasa bahwa tugas untuk menyembuhkan dalam Ilmupengetahuan Kristen terlalu besar bagi mereka—mereka berpikir bahwa mereka tidak cukup mengetahui, atau tidak cukup baik—dan mereka menjadi kecil hati. Saya mengerti perasaan mereka, dan sungguh menakjubkan untuk melihat betapa terbantunya mereka ketika dijelaskan dengan lemah lembut bahwa penyembuhan Ilmupengetahuan Kristen tidak memerlukan keahlian budi insani—bahwa tugas untuk menyembuhkan tidak terlalu besar bagi Allah; penyembuhan adalah membiarkan Allah bekerja di dalam diri mereka untuk menyingkapkan kebaikan alami mereka dan mendatangkan kesembuhan di mana perlu.  

Doa Tuhan, yang diberikan Yesus kepada para pengikutnya sebagai cara untuk berdoa (lihat Matius 6:9–13), memuat permohonan ini: “Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.” Sangatlah menghibur mengetahui bahwa tidak peduli betapa banyak atau sedikit kita tahu mengenai ajaran Ilmupengetahuan Kristen, Allah akan memberi kita pemahaman yang kita perlukan saat ini kalau kita memberikan perhatian kita kepadaNya alih-alih berpikir kita harus melakukan semuanya sendiri. Sebagaimana dikatakan nyanyian no 195 di Buku Nyanyian Ilmupengetahuan Kristen, “Bukan aku, hanya Engkau, Tuhan” (Horatius Bonar).  

Ketika pertama kali mempelajari Ilmupengetahuan Kristen, saya sama sekali tidak berpikir bahwa saya harus sempurna; saya hanya duduk santai di sebuah kursi dengan dua buku, Alkitab dan Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci karangan Mary Baker Eddy, untuk belajar tentang Allah dan ciptaanNya. Saya adalah seorang pemikir, jadi saya sama sekali tidak siap menerima apa yang saya baca hanya berdasarkan iman yang buta. Alih-alih demikian saya membiarkan buku itu berbicara kepada saya, dan setiap kali saya melakukan hal itu saya akan menerima pencerahan rohaniah yang akan tetap tinggal bersama saya hari itu. Dan kesembuhan-kesembuhan pun mewarnai hari-hari saya. Saya sangat senang mendengar kabar baik tentang kesempurnaan Allah dan kesempurnaan manusia sebagai cerminan rohaniah Allah. Sebagaimana dinyatakan di buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan, “Pengertian yang bersifat Kristus tentang wujud yang ilmiah serta penyembuhan ilahi meliputi suatu Asas dan ide yang sempurna — Allah yang sempurna dan manusia yang sempurna — sebagai dasar pikiran dan pembuktian” (hlm. 259).

Terkadang, ketika kita sudah mempelajari Ilmupengetahuan Kristen beberapa lama, kita mudah melupakan betapa sederhananya mengesampingkan kepentingan diri dan membiarkan Allah melayani saat kita berdoa dan belajar. Kita lupa bahwa Firman Allah di Alkitab dan Ilmupengetahuan dan Kesehatan adalah FirmanNya yang hidup—dan kita dapat percaya bahwa Ia memberi kita pemahaman yang kita perlukan hari ini.

Ketika Yesus Kristus memulai pelayanannya, ia mengatakan bahwa saat bagi kesembuhan telah tiba, dan bahwa Allah hadir di sini saat ini untuk bekerja di dalam diri kita dan menunjukkan kepada kita bagaimana menjalankan kebenaran dari injil Kristen. Ia berkata, “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"  (Markus 1:15). 

Identitas kita sebagai cerminan Allah yang sempurna dan rohaniah secara kekal ditetapkan di dalam Budi ilahi; dan kita dapat menyesuaikan diri dengannya—tunduk kepadanya—sampai taraf tertentu, hari ini dan setiap hari. Ini bukan kemauan diri atau keahlian perorangan; semua ini ada kaitannya dengan membiarkan Allah menunjukkan diri kita sebenarnya sebagai cerminanNya, dan menerima semua itu sebagai kebenaran saat ini juga—membiarkan Kasih ilahi membangunkan kita secara lebih penuh hari ini kepada identitas kita yang menyerupai Allah dan sempurna, membiarkan kuasaNya yang membawa perubahan bekerja di dalam diri kita, dan memperbaharui pikiran serta tindakan kita. 

Ketika menjalani hari kita, kita dapat merasa yakin dalam mengikuti perintah Yesus kepada para pengikutnya  “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Markus 16:15).  Memberitakan Injil, tentu saja, dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Tetapi bentuk yang paling penting—bentuk pengabaran yang menyembuhkan seperti yang dilakukan Yesus—ditemukan dalam tempat suci kesadaran kita sendiri, di mana tanpa bersuara kita menyetujui, menghargai, dan menegaskan kebenaran tentang Allah yang sempurna dan manusia yang sempurna bagi diri kita sendiri dan orang lain. 

Merujuk kepada perintah Yesus, Ilmupengetahuan dan Kesehatan mengajarkan kepada para pembacanya: “Katakanlah kebenaran kepada tiap-tiap bentuk kesesatan” (hlm. 418). Kesesatan adalah setiap pikiran, kata, dan perbuatan yang tidak menyerupai Allah sebagaimana Ia sebenarnya, atau tidak menyerupai kita sebagaimana kita diciptakan Allah. Kesesatan menyatakan diri dalam berbagai dosa dan penyakit dan dalam kematian, tetapi karena kesesatan adalah tidak benar, hal itu tidak sejati, dan sebab itu tidak berkuasa. Kesesatan tidak memiliki budi, karena hanya ada satu Budi, Budi yang ilahi, yang dicerminkan manusia.

Dengan hanya membiarkan Budi ilahi mempengaruhi kita, kita dapat dengan kuasa mengatakan “tidak” kepada kesesatan, dalam bentuk apa pun. Cara berdoa seperti ini, yang menegaskan kesempurnaan Allah dan manusia, adalah pengabaran Injil yang sangat berkuasa. Hal itu membuktikan bahwa Kebenaran ilahi, Allah (yang mengisi segala ruang), ada tepat di mana kesesatan mengatakan dirinya berada—bahwa Kebenaran adalah terang, bahwa kesesatan adalah kegelapan, dan bahwa kegelapan sirna di dalam terang. Hal itu menghapuskan yang seakan seperti misteri—dan kesulitan—dalam membuktikan kuasa penyembuhan Allah setiap saat. Dan hal itu menunjukkan bahwa anda dan saya tidak perlu memiliki suatu gelar yang tinggi dalam pemahaman rohaniah untuk mendatangkan kesembuhan ke dalam hidup kita dan hidup orang lain.   

Sekarang ini, saat kita belajar dan berdoa, kita dapat membuka hati kepada pencerahan Allah kita yang selalu hadir dan penuh kasih. Dengan cara tersebut, seperti yang masih saya alami, kita belajar sesuatu yang baru hari ini, dan bahkan jika nampaknya seperti kemajuan yang sederhana dalam pemahaman rohaniah, hal itu cukup untuk hari ini. Kita dapat terus menjalani hari kita, “dunia” kita, mencerminkan kuasa Kebenaran dan Kasih yang membawa kesembuhan, dengan cara mengasihi serta setia kepada apa yang kita ketahui tentang Allah, dan dengan mengasihi serta setia kepada diri kita sendiri, dan orang lain, sebagaimana Allah menciptakan kita dan mengasihi kita. 

Saya senang berbagi  ide-ide ini dengan orang lain. Dan saya sangat bahagia bila mendengar seseorang berkata “Saya dapat melakukan hal itu”—dan mereka mengalami kesembuhan. Demikianlah harapan saya untuk anda juga.

Barbara Vining
Editor

Misi Bentara

Pada tahun 1903, Mary Baker Eddy mendirikan Bentara Ilmupengetahuan Kristen. Tujuannya: “untuk memberitakan kegiatan serta ketersediaan universal dari Kebenaran.” Definisi “bentara” dalam sebuah kamus adalah “pendahulu—utusan yang dikirim terlebih dahulu untuk memberitakan hal yang akan segera mengikutinya,” memberikan makna khusus pada nama Bentara dan selain itu menunjuk kepada kewajiban kita, kewajiban setiap orang, untuk memastikan bahwa Bentara memenuhi tugasnya, suatu tugas yang tidak dapat dipisahkan dari Kristus dan yang pertama kali disampaikan oleh Yesus (Markus 16:15), “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, 7 Juli 1956

Belajar lebih lanjut tentang Bentara dan Misinya.