Skip to main content

Ilmupengetahuan Kristen dan kemajuan insani

Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 13 Februari 2019

Aslinya diterbitkan di edisi 31 Desember 2018 majalah Christian Science Sentinel


Dalam sejarah manusia, pergerakan pikiran datang dan pergi. Apakah Ilmupengetahuan Kristen salah satu di antaranya?  

Ketika saya pertama mulai menjajaki ajaran Ilmupengetahuan Kristen, saya bahkan tidak berpikir Ilmupengetahuan Kristen adalah pergerakan pikiran. Saya hanya mempunyai keinginan yang dalam untuk memahami sifat Allah. Keinginan tersebut antara lain membimbing saya untuk menghadiri kebaktian ibadah di suatu gereja Kristus, Ahli Ilmupengetahuan. Saya mendengarkan dengan penuh perhatian khotbahnya, yang dibacakan dari Alkitab dan dari Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci karangan Mary Baker Eddy. Dan ketika saya merenungkan dengan saksama apa yang saya dengar, saya merasakan suatu keinginan di dalam diri saya untuk menyelidiki lebih lanjut ajaran Ilmupengetahuan Kristen.   

Di etalase Ruang Baca Ilmupengetahuan Kristen yang tidak jauh letaknya, terdapat Alkitab dan buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci yang terbuka dengan petikan-petikan yang ditandai agar orang yang lewat dapat membacanya. Saya masuk, membaca lebih banyak, dan merasa diilhami untuk mempelajari Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan lebih mendalam di rumah; karena itu saya membelinya untuk dibaca bersama Alkitab saya, yang saya cintai.  

Ketika saya mempelajari Ilmupengetahuan dan Kesehatan, Allah yang disebutkan di dalam Alkitab sebagai Kasih dan Kebenaran dan Hidup ilahi menjadi dapat dipahami dan nyata bagi saya. Saya juga mulai belajar mengenai sifat saya dan orang lain yang sebenarnya sebagai cerminan rohaniah Allah—gambar dan keserupaan Allah—sebagaimana dikatakan tentang manusia di bab satu kitab Kejadian dalam Alkitab. Semua ini adalah hal yang baru dan sangat menghibur. Ketika saya bernalar dengan apa yang saya pelajari, Roh menjadi sejati bagi saya, dan zat menjadi kurang sejati. Dan sesuatu yang mengherankan terjadi: saya langsung sembuh dari suatu masalah fisik yang telah berlangsung selama beberapa tahun. 

Saat itu saya tidak memahami bagaimana saya disembuhkan, tetapi sangatlah berarti bagi saya bahwa isi dari kedua buku ini membawa saya ke dalam suatu perhubungan yang kudus dengan Allah. Saya tidak membahas apa yang saya pelajari dengan siapa pun. Saya datang kepada kedua buku ini secara pribadi, seperti seorang pemikir yang sangat berhasrat dan bersedia untuk belajar sesuatu yang baru—dan pikiran saya dengan wajar bergerak dari penanggapan kebendaan kepada penanggapan rohaniah tentang apa yang sejati. 

Ayat 2 Kitab Kejadian bab 1 mengatakan, “Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” Hanyalah Allah, Roh yang ilahi, tidak berhingga, senantiasa hadir, maha-bekerja, yang dapat, atau telah selalu, menggerakkan pikiran insani dari dasar yang kebendaan kepada yang rohaniah tentang kesejatian—dari zat yang bersifat sementara kepada Roh yang tidak berhingga sebagai satu-satunya substansi yang sejati; dari kesesatan yang fana kepada Kebenaran yang baka, yang adalah Hidup abadi; dari kasih yang dapat menjadi kebencian kepada Kasih ilahi yang murni yang hanya dapat mengasihi. Hanya ini yang dapat menjelaskan apa yang mendatangkan kesembuhan saya yang serta merta. 

Budi insani tidak dapat melakukan hal ini. Sesungguhnya, budi insani harus dari kemauannya sendiri menyerah kepada apa yang dinyatakan Roh. Dan kala hal itu terjadi, itulah saat bukti akan kuasa Allah yang di atas segala-galanya datang dalam penyembuhan jasmani dan pemurnian watak manusia. Itulah Ilmupengetahuan ilahi, hukum-hukum Allah yang dapat dibuktikan, yang dinamai Ilmupengetahuan Kristen oleh Penemunya, Mary Baker Eddy. Hal itu ditunjukkan kepadanya oleh Allah—yang membimbingnya dalam mempelajari Alkitab, termasuk ajaran Yesus Kristus; yang menyembuhkannya; yang menjadikannya mampu memahami Ilmupengetahuan tentang Kristus, menyembuhkan seperti yang dilakukan Yesus, dan mengajar orang lain untuk menyembuhkan; dan yang membimbing pikirannya dalam menulis buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan, buku ajar Ilmupengetahuan Kristen. Buku ini menjadikan Ilmupengetahuan Kristen dan kuasanya yang menyembuhkan dan memperbaharui tersedia bagi umat manusia, dapat dipahami, dan dapat dibuktikan oleh seluruh umat manusia.  

Tentu saja, penyembuhan pertama yang saya alami berpuluh tahun yang lalu dapat dihapus oleh budi insani sebagai suatu fenomena yang hanya terjadi sekali dan tidak dapat dijelaskan. Tetapi itu bukanlah kejadian yang hanya terjadi sekali saja. Sama sekali tidak demikian. Melalui pembelajaran, doa, dan pengamalan Ilmupengetahuan Kristen setiap hari—selama berpuluh tahun sesudah kesembuhan itu—saya telah mengalami kesehatan yang baik melalui kuasa pencegahan serta penyembuhan Ilmupengetahuan Kristen tanpa pernah menggunakan obat-obatan atau menjalani prosedur pengobatan apa pun. Saya juga telah mengalami perbaikan di semua bidang dalam kehidupan saya, dan telah dapat membantu menyembuhkan orang lain melalui doa. Tetapi saya masih harus banyak belajar, dan itu membesarkan hati; hal itu menunjukkan bahwa setiap orang yang bersedia belajar dari Allah dan mempraktekkan Ilmupengetahuan Kasih ilahi dapat disembuhkan dan menjadi penyembuh—karena Allah-lah yang memiliki kuasa. 

Tetapi menjadi seorang Ahli Ilmupengetahuan Kristen perlu bekerja, dan bekerja keras. Kita harus dengan sepenuh hati dan terus-menerus lapar dan haus akan pertumbuhan dalam pengertian rohaniah, membaktikan diri untuk setiap hari mempelajari Ilmupengetahuan Kristen, tanpa mementingkan diri sendiri berusaha menjalani hidup yang murni secara susila sesuai dengan ajaran Yesus Kristus dan membawa kesembuhan bagi orang lain melalui doa. “Lapar dan haus akan kehidupan yang lebih baik,” tulis Ny. Eddy di buku Miscellaneous Writings 1883–1896, “kita akan mendapatkannya, dan menjadi Ahli-ahli Ilmupengetahuan Kristen; belajar tentang Allah dengan benar, dan mengetahui sesuatu tentang manusia yang ideal, manusia yang sejati, selaras dan abadi” (hlm. 235). 

Allah memungkinkan setiap orang yang rendah hati melakukan hal ini. Adalah Allah yang menggerakkan pikiran kita menuju dasar yang lebih luhur dan rohaniah—di atas semua sistem pemikiran yang dinyatakan budi insani lebih unggul dari kuasa Allah. Rasul Paulus, yang mengalami penganiayaan yang hebat karena mempraktekkan Kekristenan Kristus, berkata, “Tidak satu pun hal itu menggerakkanku” (Kisah 20:24, menurut Alkitab bahasa Inggris). Dan dia tetap pada jalannya dan menang. 

Ilmupengetahuan Kristen adalah gerakan pikiran yang akan selalu lebih maju dari zamannya, setiap kali mendatangkan kemajuan insani orang demi orang, bersama dengan mereka yang merasakan dan mengalami kuasa penyembuhan Allah melalui doa mereka, kesetiaan teguh mereka, dan kehidupan mereka yang penuh hormat. Ini harus berlanjut sampai dosa, penyakit, dan bahkan maut dihancurkan melalui Ilmupengetahuan Kristus.  

Seperti pernyataan Ny. Eddy yang dikutip sebelumnya selanjutnya mengatakan, “Pergerakan pikiran ini haruslah mendorong zaman: hal itu harus memulai roda penalaran dengan benar, mendidik kasih sayang menuju sumber-sumber daya yang lebih luhur, dan membiarkan Kekristenan tidak dibelokkan oleh takhyul dari masa yang lebih lampau.” 

Barbara Vining
Editor

The Mission of the Herald

In 1903, Mary Baker Eddy established The Herald of Christian Science. Its purpose: "to proclaim the universal activity and availability of Truth." The definition of "herald" as given in a dictionary, "forerunner—a messenger sent before to give notice of the approach of what is to follow," gives a special significance to the name Herald and moreover points to our obligation, the obligation of each one of us, to see that our Heralds fulfill their trust, a trust inseparable from the Christ and first announced by Jesus (Mark 16:15), "Go ye into all the world, and preach the gospel to every creature."

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, July 7, 1956

Learn more about the Herald and its Mission.