Skip to main content Skip to search Skip to header Skip to footer

Sembuh dari pendarahan

Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 2 Desember 2019

Aslinya diterbitkan di edisi Desember 2019 majalah The Christian Science Journal


Hari itu kami harus pindah dan saya sangat  mengharapkan segera dapat tinggal dengan nyaman di rumah baru kami. Pagi itu saya bangun mendapati bahwa haid saya tidak normal derasnya. Dalam beberapa jam terlihat jelas bahwa saya mengalami pendarahan. Banyak sekali yang harus dikerjakan, dan saya merasa tidak dapat hanya diam dan berdoa sementara suami saya harus menangani segalanya sendiri.

Karena selama hidup saya telah mempergantungi Ilmupengetahuan Kristen, saya menelpon seorang penyembuh Ilmupengetahuan Kristen untuk berdoa bersama saya. Ketika saya menjelaskan keadaan saya, dengan tenang penyembuh itu meyakinkan saya bahwa saya tidak dalam bahaya dan bahwa Kebenaran menghentikan kepercayaan palsu yang mengalir dalam kesadaran serta pengalaman insani.  Berdasarkan Alkitab, Kebenaran adalah nama lain untuk Allah. 

Penyembuh itu menyarankan agar saya mengakui pengendalian Allah yang mutlak dan penuh kasih atas diri saya dan memahami bahwa karena saya adalah gambar dan keserupaan Allah (lihat Kejadian 1:26, 27), maka setiap fungsi tubuh saya dikendalikan olehNya.  

Untuk menghilangkan ketakutan itu, saya berdoa dengan janji Allah di kitab Yesaya 43: “Janganlah takut sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; ... ‘Kamu inilah saksi-saksi-Ku,’ demikianlah firman TUHAN, ‘dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia’” (ayat 1, 2, 10). Berpegang pada ide-ide yang menyembuhkan ini, saya tetap aktif dan dapat membantu selama hari yang panjang dengan kegiatan memindahkan dan membongkar barang-barang kami.  

Selama tiga minggu berikutnya, pendarahan itu berlanjut. Setiap hari saya tekun mempelajari Alkitab serta karya tulis Mary Baker Eddy, termasuk karyanya yang sangat berpengaruh, Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci. Saya berusaha melihat diri saya sendiri sebagaimana Allah menciptakan manusia (identitas sejati dari setiap orang di antara kita)—rohaniah, utuh, murni, dan sempurna, seperti dibuktikan Yesus dalam pekerjaan penyembuhannya.  

Sementara itu saya dalam waktu dekat harus melakukan tugas sebagai juri di pengadilan, tetapi keadaan saya menjadikan saya tidak mungkin meninggalkan rumah. Suatu pernyataan dari Ilmupengetahuan dan Kesehatan, hlm. 542, berbunyi, “Biarlah Kebenaran menyingkapkan kesesatan dan memusnahkannya dengan cara Allah sendiri, dan biarlah keadilan insani meneladan yang ilahi,” Ini membantu membebaskan saya dari kekhawatiran, dan saya sadar bahwa selama ini saya membiarkan rasa kehilangan yang dalam terkait suatu kegiatan yang baru-baru ini selesai menetap dalam pikiran saya. Penalaran rohaniah mendatangkan pemahaman bahwa karena Allah itu baik dan sumber dari segala yang sejati, manusia tidak bisa kehilangan atau tidak memiliki kebaikan, kegiatan yang benar, dan suka cita.

Suatu keinginan yang kuat untuk hadir di gereja, yang selama beberapa minggu bukan merupakan suatu opsi, datang kepada saya, dan itu saya lakukan dengan bantuan fisik dari suami saya tercinta. Suasana yang menyembuhkan selama kebaktian dan kasih yang dinyatakan oleh para anggota menambah kepercayaan saya kepada kuasa Allah serta kemampuanNya untuk menyembuhkan.

Tidak lama kemudian, saya mendapati, bahwa keinginan saya untuk tetap setia kepada Allah dan KristusNya, Kebenaran, adalah lebih besar bahkan daripada keinginan saya untuk mendapatkan kesembuhan fisik. Hal ini menghapus rasa kehilangan yang dalam itu. Saya meletakkan seluruh kepercayaan saya pada Allah dan membuang kekhawatiran apa pun tentang akibatnya.

Saya memutuskan untuk tetap menunaikan tugas saya sebagai juri dan menerimanya sebagai panggilan untuk membuktikan kepercayaan saya kepada Allah, sama seperti ketika Yesus memerintahkan pasien-pasiennya: “Angkatlah tilammu dan berjalanlah”; “Ulurkanlah tanganmu”; “Aku berkata kepadamu, bangunlah!” (Yohanes 5:8, Matius 12:13, Markus 5:41). Pada hari saya melapor untuk penugasan itu, pendarahan mulai berkurang, dan saya bisa menaiki tangga gedung pengadilan dan menghabiskan siang itu dengan mengikuti sidang pengadilan serta pembahasan-pembahasan selanjutnya. Para juri lainnya bahkan menugaskan saya sebagai ketua.  

Pendarahan itu berhenti sama sekali dalam beberapa hari berikutnya, dan saya melanjutkan berdoa untuk menangani apa yang disebutkan sebagai akibat-akibat ikutannya, yang sembuh tuntas dalam waktu singkat. Kesembuhan ini terjadi 25 tahun yang lalu, dan kesulitan itu tidak pernah kambuh.  

Penyembuh itu membantu saya melihat bahwa penyembuhan Ilmupengetahuan Kristen (doa) berarti tinggal dan bersuka cita dalam apa yang diciptakan Allah, kesejatian. Seperti ditulis Mary Baker Eddy di buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan: “Apabila khayalan tentang penyakit atau dosa menggoda saudara, berpeganglah teguh-teguh kepada Allah dengan ideNya. Janganlah diizinkan sesuatu pun kecuali keserupaanNya menetap di dalam pikiran saudara. Jangan dibiarkan ketakutan atau pun keragu-raguan menyuramkan keinsafan saudara yang jelas serta iman saudara yang tenang, bahwa pengakuan akan hidup yang selaras — sebagaimana Hidup memang demikian dalam seluruh keabadian — dapat memusnahkan tiap-tiap  perasaan pedih tentang dan tiap-tiap kepercayaan akan yang bukan merupakan Hidup” (hlm.495). 

Saya sangat bersyukur untuk kesembuhan-kesembuhan melalui Ilmupengetahuan Kristen yang terjadi selama hidup saya, untuk teladan Sang Guru kita yang terkasih, Yesus Kristus, untuk Mary Baker Eddy, dan untuk para penyembuh kita yang berbakti. Ilmupengetahuan Kristen memang sesungguhnya Penghibur yang dijanjikan.

Constance Watkins 
Paducah, Kentucky, AS

Misi Bentara

Pada tahun 1903, Mary Baker Eddy mendirikan Bentara Ilmupengetahuan Kristen. Tujuannya: “untuk memberitakan kegiatan serta ketersediaan universal dari Kebenaran.” Definisi “bentara” dalam sebuah kamus adalah “pendahulu—utusan yang dikirim terlebih dahulu untuk memberitakan hal yang akan segera mengikutinya,” memberikan makna khusus pada nama Bentara dan selain itu menunjuk kepada kewajiban kita, kewajiban setiap orang, untuk memastikan bahwa Bentara memenuhi tugasnya, suatu tugas yang tidak dapat dipisahkan dari Kristus dan yang pertama kali disampaikan oleh Yesus (Markus 16:15), “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, 7 Juli 1956

Belajar lebih lanjut tentang Bentara dan Misinya.