Skip to main content Skip to search Skip to header Skip to footer

Allah memenuhi semua keperluan kita

Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 1 Februari 2021

Dari The Christian Science Journal – 1 November, 2012

Pertama kali diterbitkan di edisi November 2012 majalah Herald of Christian Science. Aslinya dalam bahasa Spanyol.


Saya selalu mendapatkan penghiburan yang besar dari Mazmur 23 dan penafsiran rohaniahnya yang diberikan Mary Baker Eddy di buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci, terutama karena hal itu memberi kepastian bahwa Allah, Bapa kita semua, tidak hanya mengasihi kita dengan segala kuasaNya, tetapi juga memberi kita makan dan memenuhi segala keperluan kita. Mazmur dan penafsiran rohaniahnya itu antara lain berbunyi: “[KASIH ILAHI] adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. [KASIH] membaringkan aku di padang yang berumput hijau, ” [KASIH] membimbing aku ke air yang tenang” (Ilmupengetahuan dan Kesehatan, hlm. 578).

Allah telah selalu berbicara kepada kita selama berabad-abad melalui suara nabi-nabi dan melalui Yesus Kristus, dan dalam berbagai petikan Alkitab kita mendapatkan bukti bahwa Allah menjaga kita. “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku” (Yesaya 43:1). “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal” (Yeremia 31:3). “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu” (Lukas 12:32).

Seperti kita baca di kitab Kejadian, Allah menciptakan kita dalam gambar dan keserupaanNya untuk menyatakanNya. Akankah Dia membiarkan pernyataanNya sendiri mengalami kekurangan sesuatu yang diperlukan untuk menyatakan kemuliaanNya?

Banyak di antara kita kadang-kadang merasa bahwa kitalah satu-satunya yang bertanggungjawab atas keluarga kita, rumah tangga kita, pekerjaan kita, dsb., dan di masa-masa sulit kita berusaha memenuhinya dengan upaya yang besar. Tidak ada yang salah berusaha memenuhi kewajiban kita, tetapi semua itu akan jauh lebih mudah dipenuhi jika kita meletakkannya di tangan Dia yang empunya semua sumber daya dan semua kekuasaan: Allah.

Kalau kita mulai dengan membuang ketakutan, kita mulai benar-benar membedakan suara Allah dari kebisingan dunia yang kebendaan.

Ketika kita sibuk berusaha mendapatkan suatu solusi atas suatu situasi, menyisihkan waktu sejenak untuk mendengar apa yang diberitahukan Allah kepada kita akan sangat meningkatkan cara yang perlu kita lakukan untuk menyelesaikan masalah itu. Allah mempunyai solusi untuk setiap masalah. KemahakuasaanNya menyebabkan segala sesuatu yang tidak menyerupaiNya—konflik, kekurangan, rasa sakit, penyakit, kehilangan, dan sebagainya—menyerah di hadapan kuasa kehadiranNya. Ketika Yesus menganjurkan baik murid-muridnya maupun kita—karena pesannya adalah bagi seluruh umat manusia—untuk tidak takut karena Sang Bapa berkuasa untuk memberi kita makan dan pakaian sebagaimana yang dilakukannya bagi bunga bakung (lihat Matius 6:28-32), dia berbicara dengan kuasa Kristus.

Kristus adalah pesan Allah bagi kita. Kristus adalah pesan ilahi yang “berbicara kepada kesadaran insani,” seperti ditunjukkan buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan (hlm. 332). Pesan ini setiap saat sampai kepada kita, dan adalah mungkin bagi kita untuk merasakan kata-kata yang kebapaan ini, “Jangan takut.” Kalau kita mulai dengan membuang ketakutan, kita mulai benar-benar membedakan suara Allah dari kebisingan dunia yang kebendaan. Dan saat kita berbuat demikian, kesehatan, keselarasan, suplai menjadi nyata; mungkin tidak melalui saluran-saluran yang kita harapkan, tetapi kebaikan yang datang dari Allah selalu menemukan jalannya untuk memenuhi keperluan kita.  

Ketika kita mendengar kabar dari berbagai belahan dunia, seringkali berita yang menakutkan, tentang kekerasan dan kelaparan yang diderita orang-orang di berbagai wilayah, saya mendapati bahwa sangatlah membantu untuk berpegang teguh kepada kebenaran-kebenaran ini: Bahwa Allah mengasihi anak-anakNya, bahwa Dia memberi mereka makan dan pakaian; bahwa tidak sesuatu pun dapat mengalihkan kehendakNya yang baik atau menentang kekuasaanNya yang mahatinggi. Ketika kita melihat kehadiran Allah yang menyembuhkan di mana-mana, kita dapat merasa pasti bahwa kebaikan akan dirasakan dalam apa yang kita lihat dan lakukan, dan bahwa semua keperluan akan terpenuhi.  


Mari G. de Milone adalah seorang penyembuh dan guru Ilmupengetahuan Kristen.

Misi Bentara

Pada tahun 1903, Mary Baker Eddy mendirikan Bentara Ilmupengetahuan Kristen. Tujuannya: “untuk memberitakan kegiatan serta ketersediaan universal dari Kebenaran.” Definisi “bentara” dalam sebuah kamus adalah “pendahulu—utusan yang dikirim terlebih dahulu untuk memberitakan hal yang akan segera mengikutinya,” memberikan makna khusus pada nama Bentara dan selain itu menunjuk kepada kewajiban kita, kewajiban setiap orang, untuk memastikan bahwa Bentara memenuhi tugasnya, suatu tugas yang tidak dapat dipisahkan dari Kristus dan yang pertama kali disampaikan oleh Yesus (Markus 16:15), “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, 7 Juli 1956

Belajar lebih lanjut tentang Bentara dan Misinya.