Skip to main content Skip to search Skip to header Skip to footer

Kesembuhan yang terjadi dalam kebaktian gereja

Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 30 Juni 2021


Sebagai Pembaca Pertama yang baru saja terpilih di gereja cabang Kristus, Ahli Ilmupengetahuan setempat, saya memimpin kebaktian-kebaktian pada hari Minggu dan hari Rabu setiap minggu. Pada hari Minggu pagi dengan suka cita saya menyapa jemaat dengan kata-kata “Selamat datang di kebaktian yang menyembuhkan ini.” Kesembuhan adalah sesuatu yang didoakan dan diharapkan para anggota jemaat di setiap kebaktian gereja Ilmupengetahuan Kristen, tetapi kita tidak selalu tahu bagaimana wujudnya bagi tiap-tiap orang.

Pada suatu pertemuan kesaksian hari Rabu, seorang pengunjung bercerita tentang kesembuhan yang dialaminya dalam salah satu kebaktian kami. Hal ini memberi dampak yang besar pada diri saya—saya tidak bisa mengingat pernah mengalami suatu kesembuhan dalam suatu kebaktian gereja. Hal itu berubah baru-baru ini.

Pada suatu sore sebelum kebaktian Minggu pagi, saya merasa tidak enak badan, oleh karena itu saya mulai berpikir secara mendalam tentang bagaimana Allah menciptakan anak-anakNya—dalam gambarNya, sepenuhnya bersifat rohaniah. Ini merupakan tanggapan saya yang wajar, mengingat saya telah berulang kali mengalami kesembuhan melalui doa. Saya tahu bahwa saya dapat mempercayai penjagaan Allah yang tidak henti-hentinya—dan saya yakin bahwa karena Allah itu sempurna, saya hanya bisa menyatakan kesempurnaanNya. 

Ketika tiba saatnya untuk tidur, saya merasa sedikit lebih baik, tetapi keesokan harinya saya mulai merasa keadaan saya menjadi lebih buruk. Tidak yakin bahwa saya bisa memimpin kebaktian online kami, saya minta suami saya untuk berjaga-jaga menggantikan saya. Saya juga memberi tahu Pembaca Kedua (yang bersama saya membaca pada Kebaktian hari Minggu) bahwa mungkin suami saya harus menggantikan saya. Tepat sebelum kebaktian dimulai, dia mengirim pesan singkat mengingatkan saya bahwa saya adalah ide sempurna Allah, Roh—tidak pernah terpisah dariNya atau hidup dalam zat. 

Begitu kami mulai membaca Khotbah Pelajaran Alkitab (yang terdapat di Buku Triwulanan Ilmupengetahuan Kristen) dalam kebaktian itu, saya dapati bahwa pikiran saya 100 persen terfokus pada pesan dari pendeta kita—Alkitab dan buku ajar Ilmupengetahuan Kristen, Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci karangan Mary Baker Eddy. Saya merasakan keyakinan yang dalam dari Pembaca Kedua ketika dia membaca petikan-petikan dari Alkitab—rasanya dia membaca langsung untuk saya, dan saya benar-benar menyerap roh Firman Allah. 

Ketika tiba giliran saya untuk membaca, semua penanggapan tentang “saya” yang bersifat perorangan atau tentang tanggung jawab perorangan untuk kebaktian gereja hilang sama sekali dari pikiran saya. Saya merasa satu dengan kebenaran-kebenaran yang terkandung dalam Khotbah tersebut, dan secara mental menegaskan bahwa semua orang yang hadir juga satu dengan kebenaran-kebenaran itu. Ketika mendekati akhir Khotbah tersebut, saya sadar bahwa saya sama sekali terbebas dari gejala-gejala penyakit. Saya telah mengalami apa yang sesungguhnya dimaksudkan dengan kata-kata “Selamat datang pada kebaktian yang menyembuhkan ini”—yaitu, bukan hanya harapan agar saya bisa menyelesaikan kebaktian itu melainkan suatu transformasi pikiran yang dengan serta merta memiliki hasil yang menyembuhkan.  

Saya sangat bersyukur! Baik untuk kebebasan dari ketidaknyamanan fisik maupun untuk menyaksikan dengan mata kepala sendiri pengaruh menyembuhkan dari kebaktian Ilmupengetahuan Kristen. Sejak hari itu, saya telah melihat pentingnya berdoa bagi jemaat agar benar-benar merasakan Firman Allah, baik secara perorangan maupun secara kolektif. Ketika Firman bertemu dengan pikiran yang mudah menerima, Firman itu menyembuhkan.  

Sungguh luar biasa karunia yang diberikan Ny. Eddy dengan menunjuk Alkitab dan Ilmupengetahuan dan Kesehatan sebagai pendeta abadi bagi Gereja Kristus, Ahli Ilmupengetahuan. Kita tidak perlu pergi ke suatu gedung gereja guna mengunjungi pendeta ini. Di mana pun dan kapan pun kita menghadiri kebaktian gereja, pendeta kita melayani setiap orang di antara kita dengan cara yang sangat lemah lembut dan menyembuhkan.  

Melissa Fisher Hays
Laguna Hills, California, AS

Misi Bentara

Pada tahun 1903, Mary Baker Eddy mendirikan Bentara Ilmupengetahuan Kristen. Tujuannya: “untuk memberitakan kegiatan serta ketersediaan universal dari Kebenaran.” Definisi “bentara” dalam sebuah kamus adalah “pendahulu—utusan yang dikirim terlebih dahulu untuk memberitakan hal yang akan segera mengikutinya,” memberikan makna khusus pada nama Bentara dan selain itu menunjuk kepada kewajiban kita, kewajiban setiap orang, untuk memastikan bahwa Bentara memenuhi tugasnya, suatu tugas yang tidak dapat dipisahkan dari Kristus dan yang pertama kali disampaikan oleh Yesus (Markus 16:15), “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, 7 Juli 1956

Belajar lebih lanjut tentang Bentara dan Misinya.