Skip to main content Skip to search Skip to header Skip to footer

“Satu-satunya solusi yang benar” untuk kebutuhan finansial kita

Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 1 Februari 2021

Aslinya diterbitkan di edisi 30 November 2020 majalah Christian Science Sentinel


Mengelola keuangan kita di saat perekonomian yang tidak menentu dan berfluktuasi bisa merupakan suatu tantangan. Dan selama pandemi yang melanda seluruh dunia, tingkat stres yang dialami orang bisa naik secara exponensional. Dalam berupaya menutup kesenjangan finansial antara pemasukan dan pengeluaran, banyak orang mencari pekerjaan baru, melakukan pembaharuan bisnis, atau ketika bisnis tutup untuk selamanya, perlu mencari tahu tentang langkah berikutnya  yang harus diambil. 

Karena gejolak ekonomi yang terjadi saat ini terus menyulitkan upaya terbaik kita untuk mendapatkan solusi yang praktis, kelihatannya pemecahan yang lebih rohaniah sesuai untuk mengatasi situasi ini. Pendiri majalah ini, Mary Baker Eddy, mengabdikan hidupnya untuk menunjukkan bahwa Alkitab, terutama ajaran Yesus Kristus, bersifat praktis dalam kehidupan sehari-hari. Dia menulis: “Bakat dan seni dalam segala abad salah perhitungannya. ... Hidup Yesus dan ajarannya yang sederhana tidak diterimanya sebagai satu-satunya pemecahan yang benar akan masalah kehidupan insani yang membingungkan” (Kesatuan Kebaikan, hlm. 9). 

Hidup serta ajaran Yesus menunjukkan sifat Allah, Kasih ilahi, sebagai Roh yang tidak berhingga dan tidak habis-habisnya, satu-satunya sumber suplai yang sesungguhnya. Sudah pasti kita dapat menganggap apa yang dikatakan dan dilakukan Yesus sebagai cetak biru bagi tindakan dalam menemukan solusi yang kita cari. Bersandar kepada Allah sebagai sumber suplai, Yesus berkata: “Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya” (Yohanes 3:35). Yesus menjalani hidup dengan keyakinan bahwa dia dan orang lain dapat menerima semua yang dikaruniakan Allah. Sepenuhnya memahami kemampuan Roh ilahi untuk menyediakan semua yang diperlukan, dia dapat memberi makan lebih dari lima ribu orang di lereng gunung di Galilea (lihat Yohanes 6:1–13) dan mengarahkan muridnya, Petrus, untuk menemukan uang guna membayar pajak di suatu tempat yang sangat tidak terduga—mulut ikan (lihat Matius 17:24 – 27).  

Selalu ada korelasi antara pemeliharaan dalam keselarasan yang sempurna oleh Allah atas ciptaan rohaniahNya dengan pernyataan lahiriah yang spesifik akan penjagaan yang penuh kasih itu. 

Manifestasi akan kuasa ilahi untuk memenuhi keperluan manusia ditunjukkan oleh Yesus Kristus dengan suatu komitmen untuk mulai dengan sisi suplai alih-alih dengan kekurangan. Yesus mengangkat pikirannya lebih tinggi dan melampaui apa yang tampak sebagai keterbatasan, kepada sumber segala kebaikan yang tidak berhingga—Bapanya, Roh ilahi. Dan dia tidak mengharapkan kita hanya mengagumi teladannya melainkan menirunya. Dia memberi semangat ini, “Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan” (Yohanes 14:12). 

Sumber rohaniah yang sama, yang diketahui dan dibuktikan dalam pelayanan penyembuhan serta pengajaran Teladan kita yang agung itu senantiasa tersedia. Apa yang mendasari ajaran serta pembuktiannya adalah yang diungkapkan Ny. Eddy sebagai kehadiran suatu Ilmupengetahuan tentang hukum-hukum yang praktis dan dapat dibuktikan, yang menunjukkan bahwa Allah, Roh, adalah satu-satunya yang sejati, dan bahwa dalam kesejatian ini suatu kesadaran yang murni dan rohaniah adalah satu-satunya kesadaran kita. Ide-ide Roh ada di mana-mana—tidak bergantung kepada keadaan insani, atau kebendaan. Ide-ide tersebut mahakuasa, meniadakan persepsi serta asumsi kebendaan yang terbatas dan membatasi.   

Melihat menembus penampakan keterbatasan atau kekurangan dengan cara ini bukanlah pelatihan intelektual semata. Ini berarti bersedia memalingkan pikiran kita dari kekhawatiran serta keterbatasan dan berusaha melihat kebaikan Kasih ilahi, yang dinyatakan dengan cara-cara yang praktis. Ini berarti bersyukur atas setiap kesempatan untuk lebih memahami Kasih yang tidak pernah enggan memberkati ciptaannya dengan segala sesuatu yang diperlukan. Dan, seperti Yesus, kita mendapati bahwa sifat mudah menerima penjagaan mesra Kasih ilahi membuat kita dapat memanfaatkan hukum rohaniah yang menunjukkan bahwa selalu ada korelasi—suatu kesesuaian, antara pemeliharaan dalam keselarasan yang sempurna oleh Allah atas ciptaanNya dengan pernyataan lahiriah dari penjagaan yang penuh kasih tersebut. Hal ini mengambil bentuk dalam berbagai cara yang spesifik untuk memenuhi keperluan sehari-hari setiap orang di antara kita dan dunia kita. 

Beberapa dasawarsa yang lalu, saya meninggalkan pekerjaan tetap saya, termasuk tawaran promosi dengan gaji yang lebih besar, guna membuka praktek penyembuhan Ilmupengetahuan Kristen untuk umum, yang berarti setiap saat bersedia berdoa dengan orang lain guna mendukung kesembuhan. Memulai pelayanan ini dengan simpanan yang terbatas, saya belajar untuk mempercayai sumberdaya yang tidak berbatas akan suplai ilahi untuk memenuhi keperluan saya. Meskipun sangat menggoda untuk mendengarkan orang-orang yang dekat dengan saya menyatakan kekhawatirannya tentang kebijaksanaan yang saya ambil untuk bekerja sendiri, saya berdoa untuk dapat sepenuh hati bergantung kepada kuasa yang sama yang memotivasi dan memerintahi hidup Yesus dan memberikan solusi yang sangat praktis. Berpaling dari memusatkan pikiran kepada uang yang masuk dan keluar, saya lalu memahami dan mempercayai kebenaran bahwa pendapatan saya yang sesungguhnya bersifat rohaniah, dan tidak dapat dibatasi oleh berapa banyak pekerjaan yang datang kepada saya atau apakah orang mampu membayar penuh pekerjaan kami bersama. 

Nasihat Ny. Eddy merupakan pembimbing saya yang terus-menerus, termasuk yang berikut: “Allah memberi anda ide-ide rohaniahNya, dan pada gilirannya, semua itu memberi anda suplai sehari-hari” (Miscellaneous Writings 1883–1896, hlm.307). Hasil dari menerima dengan penuh doa ide-ide rohaniah tersebut adalah, saya mendapati bahwa keperluan saya sehari-hari terpenuhi. Dan saya tidak pernah kekurangan sesuatu yang perlu untuk menopang kehidupan saya dan bisnis saya, termasuk kemampuan memelihara kantor untuk membuka praktek umum di komunitas akademisi yang ramai selama bertahun-tahun, yang mendatangkan banyak orang yang ingin mengetahui untuk pertama kalinya tentang penyembuhan Ilmupengetahuan Kristen.

Tunduk kepada hukum Roh akan substansi yang tidak habis-habisnya, kita dengan lembut dibawa menjauhi pengaruh yang menghipnotis dari kesaksian kebendaan akan kekurangan serta kebaikan yang terbatas, dan kita dibimbing untuk semakin yakin akan kuasa Allah yang praktis dan akan terwujudnya kemampuan Allah untuk memenuhi keperluan ekonomi. Ketika hal ini terbukti praktis dalam pengalaman kita sendiri, kita semakin yakin bahwa ide-ide Allah dapat menyediakan sarana, rencana, dan program untuk memulihkan kegiatan, pertumbuhan, dan pengembangan ekonomi yang normal bagi semua orang, semua komunitas, dan semua negara. 

Melihat kelimpahan Kasih ilahi alih-alih pendapatan yang berfluktuasi serta sumber daya yang terbatas menjadikan kita mampu mengalami penjagaan serta karunia yang senantiasa tersedia dari Kasih. Inilah solusi yang terlihat pada ajaran serta kehidupan Yesus, dan ini adalah solusi yang dapat kita andalkan. 

Margit Hammerstrom 
Penulis Tamu untuk Kolom Editorial 

Misi Bentara

Pada tahun 1903, Mary Baker Eddy mendirikan Bentara Ilmupengetahuan Kristen. Tujuannya: “untuk memberitakan kegiatan serta ketersediaan universal dari Kebenaran.” Definisi “bentara” dalam sebuah kamus adalah “pendahulu—utusan yang dikirim terlebih dahulu untuk memberitakan hal yang akan segera mengikutinya,” memberikan makna khusus pada nama Bentara dan selain itu menunjuk kepada kewajiban kita, kewajiban setiap orang, untuk memastikan bahwa Bentara memenuhi tugasnya, suatu tugas yang tidak dapat dipisahkan dari Kristus dan yang pertama kali disampaikan oleh Yesus (Markus 16:15), “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, 7 Juli 1956

Belajar lebih lanjut tentang Bentara dan Misinya.