Skip to main content Skip to search Skip to header Skip to footer

2022

Selama beberapa tahun terakhir, orang di berbagai negeri telah hidup dalam suasana penuh kekacauan. Ini tidak hanya disebabkan oleh krisis COVID tetapi juga karena konflik antar pemerintah dan kelompok minoritas yang merasa dipinggirkan dan ingin mendapatkan kemerdekaan mereka.

Berdoa tentang berbagai tantangan, termasuk perang, benar-benar bermanfaat. Suatu cerita yang mengesankan tentang penghentian perang antara dua negara mengandung pelajaran yang menarik untuk masa sekarang ini.

Ilmupengetahuan Kristen adalah agama tentang kasih. Asalnya ada di dalam Allah, Asas ilahi, Kasih.

Banyak pelajar Ilmupengetahuan Kristen, dan juga orang Kristen pada umumnya, membuat kesalahan dengan melakukan usaha terlalu banyak pada awalnya, atau lebih baik dikatakan, pada awalnya tidak memilih dengan benar tahapan atau penyataan kesesatan yang hendak diatasinya. Kesesatan sebagai suatu keseluruhan menyajikan banyak masalah untuk diselesaikan, dan tidak ada pelajar pemula dalam Kekristenan yang kompeten untuk menangani semua itu sekaligus, dan berhasil.

Saya ingat saat-saat awal ketika saya harus berbicara di depan umum tentang Ilmupengetahuan Kristen. Salah satunya, ketika saya berbicara di depan sekelompok perawat di sebuah rumah sakit di Chicago.

Ada yang mengatakan bahwa berbuat salah adalah manusiawi. Semua orang pernah membuat kesalahan.

Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa kejahatan ada? Selama bertahun-tahun saya terus bertanya-tanya mengapa kejahatan bahkan seakan ada, sampai akhirnya saya mendapati bahwa memikirkan adanya kejahatan yang terlihat nyata merupakan rintangan yang menghalangi kesembuhan. Analogi berikut ini sangat bermanfaat bagi saya untuk memahami mengapa demikian.

Ada sebuah kisah tentang seekor laba-laba kecil yang secara tidak sengaja terkunci di sebuah arloji. Keadaannya seakan tidak memiliki harapan.

Pada suatu malam , ketika membuka pintu kamar tidur untuk mengambil segelas air di dapur, cahaya dari kamar saya menyinari seorang pria yang merunduk di aula di depan saya. Rasanya sangat mengerikan.

Sejarah yang sesungguhnya dari setiap orang di antara kita adalah suatu kesejatian rohaniah yang diketahui Allah.   Lalu lintas di jalan searah di Granada, Spanyol padat, saat kami berkendara menuju suatu distrik bersejarah di seberang kota.

Misi Bentara

Pada tahun 1903, Mary Baker Eddy mendirikan Bentara Ilmupengetahuan Kristen. Tujuannya: “untuk memberitakan kegiatan serta ketersediaan universal dari Kebenaran.” Definisi “bentara” dalam sebuah kamus adalah “pendahulu—utusan yang dikirim terlebih dahulu untuk memberitakan hal yang akan segera mengikutinya,” memberikan makna khusus pada nama Bentara dan selain itu menunjuk kepada kewajiban kita, kewajiban setiap orang, untuk memastikan bahwa Bentara memenuhi tugasnya, suatu tugas yang tidak dapat dipisahkan dari Kristus dan yang pertama kali disampaikan oleh Yesus (Markus 16:15), “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, 7 Juli 1956

Belajar lebih lanjut tentang Bentara dan Misinya.