Skip to main content

2019

Saya mempunyai seorang teman yang berprofesi sebagai juru kamera. Ia dan timnya sedang membuat film dokumenter tentang Milford Trek di Selandia Baru.

Di tengah perpecahan di masyarakat, rasa sinis yang tersebar luas, dan ketidakpercayaan yang semakin berkembang terhadap berbagai lembaga, adakah yang dapat kita sumbangkan untuk membantu menciptakan lebih banyak kerukunan dan damai? Adakah yang dapat kita lakukan untuk membangun keyakinan dan kepercayaan kita sendiri, dan untuk lebih memperoleh harapan bagi masa depan masyarakat, termasuk diri kita sendiri?  Perlu diingat, bahwa saat-saat awal Kekristenan juga merupakan masa yang penuh gejolak politik serta ketidakpastian tentang arah yang akan dituju masyarakat. Ketika para murid Yesus Kristus menyebarkan injil kerajaan Allah, komunitas orang Kristen yang mula-mula di Timur Tengah masih menderita di bawah suatu pendudukan pemerintahan asing yang pusat politik dan kebudayaannya berada di kota besar Roma.

Setiap remaja yang duduk mengelilingi meja itu memiliki cerita untuk disampaikan. Cerita tentang berbagai keadaan ketika “indra keenam” membimbing mereka kepada hasil yang tidak mereka perkirakan, yang menghubungkan mereka kepada suatu informasi penting, bahkan yang melindungi mereka dalam peristiwa yang menakutkan.

Hidup dapat terasa begitu sibuk ketika kita bergegas dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya, dan dalam kehidupan sehari-hari kita semua pernah merasa perlu mengingat atau menemukan sesuatu. Berapa banyak di antara kita yang pernah berpikir, Oh, dimana saya letakkan kunci itu? Atau, Siapa ya namanya? Mengapa saya selalu tidak bisa mengingatnya? Pikiran-pikiran seperti ini kelihatannya sesuatu yang biasa bagi banyak orang di antara kita ketika berusaha mengingat informasi dan mendapatkan jawaban tepat yang kita perlukan.

Salah satu petikan dari karya tulis Ny. Eddy yang sangat saya sukai adalah ini: “Dalam Ilmupengetahuan ilahi, yang mengakui bahwa doa bersifat mental, semua dapat berpaling kepada Allah sebagai ‘penolong dalam kesesakan sangat terbukti’”  ( Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci , hlm.

Jika kita belajar matematika, sangat masuk akal untuk menerapkan pelajaran matematika pada masalah sehari-hari. Bahkan seorang anak yang baru belajar bahwa 2+2=4 senang sekali menemukan sebanyak mungkin kesempatan untuk membuktikan pemahaman yang baru ini.

Memerlukan beberapa bulan bagi saya untuk menyadari sepenuhnya betapa menakjubkan kesembuhan yang saya alami baru-baru ini, yang merupakan bukti sertamerta dan nyata akan pembedahan secara mental. Pada suatu hari, di tengah malam saya tiba-tiba terbangun merasa tidak enak badan.

Dengan penuh rasa syukur, Engkau menyinari jalan Dari suram kesedihan Ke hari t’rang Kebenaran. Takkan tersesat pikiran, Dengan penuh rasa syukur.

Di dalam kehidupan sehari-hari, saya sering mendapat kejutan yang menyenangkan dengan cara-cara yang tidak terduga, ketika pengalaman kita dapat menjadi kesempatan untuk mempraktekkan apa yang kita ketahui tentang Allah, dan ini sudah pasti membantu kita belajar lebih banyak tentang Allah. Terutama tahun-tahun terakhir ini, saya belajar banyak tentang Allah dengan berpaling kepadaNya saat menghadapi berbagai keadaan—baik yang menyenangkan maupun yang menyengat.

Sungguh suatu pengalaman yang menyenangkan ketika untuk pertama kali datang kesadaran, bahwa mempelajari Ilmupengetahuan Kristen dengan sungguh-sungguh dan mempraktekkannya dengan jujur, menjadikan nyata kesempurnaan alam semesta, kesempurnaan ciptaan, kesempurnaan manusia; bahwa hal tersebut memberi kita sarana untuk mengerjakan keselamatan kita sendiri; bahwa hal tersebut benar-benar menjadikan kita mampu, untuk selangkah demi selangkah, menyatakan sifat rohaniah dan wujud kita yang sebenarnya dalam pengalaman insani, dan melihat konsep kebendaan yang palsu tentang manusia lenyap dari pandangan kita.   Pemimpin kita yang kita hormati, Mary Baker Eddy, menulis di halaman 202 buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci , "Kalau umat manusia mau mengusahakan diri untuk mempelajari Ilmupengetahuan Budi dengan setengah kepercayaan yang diberikannya kepada yang kita sebutkan kesakitan dan kesenangan penanggapan kebendaan, maka mereka tidak akan makin lama makin bertambah jahat, sampai akhirnya didisiplinkan oleh penjara dan tiang gantungan; melainkan seluruh keluarga umat manusia akan diselamatkan dengan apa yang dapat dilakukan oleh Kristus — dengan mengetahui dan menerima Kebenaran.

The Mission of the Herald

In 1903, Mary Baker Eddy established The Herald of Christian Science. Its purpose: "to proclaim the universal activity and availability of Truth." The definition of "herald" as given in a dictionary, "forerunner—a messenger sent before to give notice of the approach of what is to follow," gives a special significance to the name Herald and moreover points to our obligation, the obligation of each one of us, to see that our Heralds fulfill their trust, a trust inseparable from the Christ and first announced by Jesus (Mark 16:15), "Go ye into all the world, and preach the gospel to every creature."

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, July 7, 1956

Learn more about the Herald and its Mission.