Skip to main content

2012

Hari ini, adakah Kasih berbicara padamu Dengan cara yang mulia dan baru? Maka, Natal t’lah tiba. Sudahkah iman datang membantu Buangkan kegelapan dan ragu? Maka, Natal t’lah tiba Sudahkah takut diganti harapan Atau duka dihapus kegembiraan? Maka, Natal t’lah tiba.

Natal yang sesungguhnya adalah sesuatu yang hening. Kita tidak selalu mendengarnya dalam lagu-lagu yang dikumandangkan di berbagai pertokoan.

Di bawah pohon Natal terdapat sepeda berwarna merah jambu cerah lengkap dengan boncengan, sebagai hadiah Natal buat puteri kami Ailia yang berumur tiga tahun. Sungguh menyenangkan mempersiapkan sepeda itu baginya, dan kami tidak sabar untuk menyaksikan kegembiraan yang akan terpancar di matanya saat dia melihat sepeda itu.

Keponakan kami, Katie, mengacungkan tangannya yang mungil ke atas dan menunjuk dengan jarinya satu persatu, ketika dengan hati-hati dia mengulang lima kata dari ayat Alkitab yang diajarkan ibunya. “Bersyukurlah-di-dalam-segala-keadaan,” demikian ucapnya dengan manis, penuh kesungguhan.

Anak itu, Duane, tidak pernah mengira kejadiannya akan berkembang seperti ini. Semua itu diawali dengan hal-hal kecil, seperti ikut dengan teman-temannya melakukan beberapa hal yang buruk.

Tahun lalu, pada suatu pertemuan kesaksian hari Rabu di gereja, saya memutuskan untuk memberikan kesaksian tentang sesuatu yang luar biasa. Beberapa bulan sebelumnya, anak saya David menceritakan tentang seorang wartawan muda lepasan yang bekerja untuknya, yang telah ditawan oleh tentara Libya.

Bertahun-tahun yang lalu, saya menjadi ibu asuh bagi anak-anak panti asuhan di kota tempat saya tinggal. Pada suatu hari, panti asuhan itu menelpon untuk menanyakan apakah saya bersedia mengasuh bayi laki-laki berumur tiga bulan yang telah didiagnosa menderita penyakit jantung yang berat.

Seseorang yang kami kenal bertahun-tahunyang lalu—“Pak Schmidt”—adalah satu-satunya teman saya yang pernah bertemu dengan Mary Baker Eddy. Waktu masih kecil dan tinggal di Concord, New Hampshire, AS, dia sering melihat Ny.

Saya kehilangan pekerjaan sekitar lima tahun yang lalu, tepat sebelum Natal. Waktu itu, seakan itulah hal paling buruk yang dapat terjadi.

Waktu menunjukkan kira-kira jam 8:00 malam di bulan November yang dingin ketika anak saya yang berumur lima tahun datang ke kamar tidur saya dan mengatakan bahwa kamarnya sedang terbakar. Ketika itu suami saya masih di kantor, dan saya beserta keempat anak saya  langsung bergegas keluar.

The Mission of the Herald

In 1903, Mary Baker Eddy established The Herald of Christian Science. Its purpose: "to proclaim the universal activity and availability of Truth." The definition of "herald" as given in a dictionary, "forerunner—a messenger sent before to give notice of the approach of what is to follow," gives a special significance to the name Herald and moreover points to our obligation, the obligation of each one of us, to see that our Heralds fulfill their trust, a trust inseparable from the Christ and first announced by Jesus (Mark 16:15), "Go ye into all the world, and preach the gospel to every creature."

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, July 7, 1956

Learn more about the Herald and its Mission.