Skip to main content

Dua kesembuhan yang sangat mengesankan

Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 24 Juni 2016

Aslinya diterbitkan di edisi April 2016 majalah The Christian Science Journal


Setiap kesembuhan yang dialami dalam Ilmupengetahuan Kristen adalah berkat dari Allah. Terkadang kesembuhan terjadi dengan lambat, meskipun sering kali kesembuhan datang dengan cepat. Tetapi bagaimanapun kesembuhan terjadi, lambat atau cepat, kesembuhan menjadikan kita merasakan puji-pujian serta rasa syukur kepada Allah Ibu-Bapa yang terkasih untuk kasih setia dan keselalu-hadiranNya.

Satu kesembuhan yang saya alami, yang saya anggap cepat, terjadi sekitar enam tahun yang lalu. Rumah suami saya dan saya penuh dengan sanak saudara yang berkunjung di akhir pekan. Tiba-tiba kepala saya terasa berat sekali, dan beberapa bagian tubuh saya tidak berfungsi dengan semestinya. Meskipun demikian, pikiran saya tetap jernih, dan saya ingin sekali berada di tempat yang sunyi dan sendiri bersama Allah.

Ketika suami, anak laki-laki, dan ipar perempuan saya melihat keadaan itu, mereka membantu saya ke tempat tidur. Saya sama sekali tidak merasa ingin tahu mengenai apapun yang sedang terjadi, yang mencoba menghentikan dan mengganggu pertemuan keluarga di akhir pekan itu. Saya tahu bahwa waktu yang hening, sendiri bersama Allah akan memberi saya kesempatan untuk berdoa dan merasakan kedekatan saya dengan Allah. Ayat Alkitab, "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!” (Mazmur 46:10), ada dalam pikiran saya.

Dari mempelajari dan mempraktekkan Ilmupengetahuan Kristen saya telah belajar bahwa Allah adalah satu-satunya kekuasaan dan kehadiran di dalam hidup saya, dan bahwa ketika saya terus memikirkan kesemestaan Allah, saya dapat membuktikan kebenaran bahwa zat, atau gangguan apa pun pada tubuh, tidak memiliki kuasa untuk mempengaruhi saya, karena saya adalah cerminan rohaniah Allah. Saya menyatakan bahwa saya bersifat baka dan sempurna sebagai anak Allah, yang diciptakan dalam gambar dan keserupaan Roh. Gambaran yang fana dan kebendaan yang disajikan di hadapan saya bukanlah diri saya yang sebenarnya, yang adalah ide rohaniah Allah, dan hal itu tidak memiliki tempat dalam ciptaan Allah yang selaras.

Ketika saya berdoa seperti ini, saya tidak merasa takut. Saya tidur dengan tenang. Dalam satu jam saya terbangun dan merasa sehat sama sekali, dan saya bangkit dan mulai mempersiapkan makan malam. Bagi beberapa orang tampaknya saya baru terkena stroke. Salah satu anak laki-laki kami adalah seorang dokter, dan meskipun saat itu tidak hadir, ia kemudian menegaskan bahwa kemungkinan besar saya terkena stroke. Meskipun demikian, saya tidak pernah ingin mengetahui apa sebetulnya yang telah saya alami dan saya pun tidak pernah merasa takut. Selama enam tahun sesudah kejadian tersebut, tidak pernah ada efek buruk yang muncul kemudian.

Kesembuhan lain saya alami empat tahun yang lalu, dan ini memakan waktu lebih lama. Pada suatu hari saya jatuh, dan kedua lutut saya hancur. Saya segera memilih untuk pergi ke fasilitas perawatan Ilmupengetahuan Kristen untuk mendapatkan kesembuhan. Saya adalah satu-satunya yang mempraktekkan Ilmupengetahuan Kristen di dalam keluarga saya, tetapi saya tahu bahwa anggota keluarga yang lain akan menghormati keputusan saya itu.

Meskipun demikian, untuk mengurangi kekhawatiran keluarga, saya membiarkan kedua lutut saya di-rontgen, dan hasilnya menunjukkan bahwa keduanya remuk. Saya diberitahu bahwa kemungkinan besar saya tidak akan bisa berjalan lagi, tetapi saya tidak menerima prognosa itu. Saya pikir: “Mengapa saya harus mempercayai suatu gambar pikiran yang negatif dan kebendaan yang dikembangkan dalam kegelapan kepercayaan kebendaan? Itu hanyalah gambar fana, bukan kebenaran mengenai diri saya. Kebenaran Allah mengenai diri saya seluruhnya berkaitan dengan terang, damai rohaniah, serta kesempurnaan, dan hal ini bisa dibuktikan!”

Saya minta bantuan seorang penyembuh Ilmupengetahuan Kristen untuk berdoa bagi saya, untuk memberikan doa penyembuhan Ilmupengetahuan Kristen. Selama saya tinggal di fasilitas itu, perawatan yang penuh kasih serta dukungan yang saya terima dari para perawat Ilmupengetahuan Kristen sangat menghibur dan mengilhami.

Saya menemukan banyak kebenaran yang menakjubkan dalam Alkitab dan buku ajar Ilmupengetahuan Kristen, Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci karangan Mary Baker Eddy, yang membantu saya dalam perjalanan saya menuju kesembuhan. Suatu hari penyembuh menunjukkan kepada saya suatu petikan di buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan,  “Selangkah demi selangkah orang yang percaya kepadaNya akan mendapati, bahwa ‘Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.’ ” (hlm. 444). Saya tahu bahwa dengan menaruh kepercayaan saya kepada Allah serta kasihNya kepada ciptaanNya, saya akan menemukan tempat perlindungan, suatu tempat yang damai di dalam kesadaran saya, di mana saya dapat merasakan kasih Allah dan menerima kekuatan rohaniah dari Allah untuk menundukkan dan mengatasi kesulitan.

Suatu nyanyian secara khusus menjadi penting bagi saya selama tinggal di fasilitas itu. Bait pertamanya berbunyi:

Allah itu Semua,
AnakNya tak gentar;
Si jahat t’rus kalah,
Tuhan agung, akbar.

(Emily F. Seal, Buku Nyanyian Ilmupengetahuan Kristen, No. 267)

Secara teratur saya berdoa dengan nyanyian tersebut, dan sering kali para perawat Ilmupengetahuan Kristen akan berbagi pikiran yang membesarkan hati serta menghibur dan mengucapkan kata-kata yang menyembuhkan dari nyanyian ini bersama saya.

Kekhawatiran serta kepercayaan kebendaan yang dinyatakan anggota keluarga harus diatasi. Bermalam-malam saya bangun mendengarkan dan berdoa kepada Allah, dan jawaban yang memberikan rasa damai selalu datang. Seringkali jawaban ini datang dalam bentuk bait-bait nyanyian yang saya sukai. Saya sangat bersyukur untuk waktu yang saya habiskan di fasilitas tersebut serta suasana yang penuh kasih dan menyembuhkan yang saya temukan di sana.

Pada awal saya tinggal di sana, saya mendapati satu pernyataan khusus dari Ilmupengetahuan dan Kesehatan  yang menerangi doa saya sehari-hari: “Apabila pekerjaan susunan tubuh untuk memulihkan kesehatan ditunjang secara mental oleh Kebenaran, maka hal itu berjalan terus dengan wajar” (hlm. 447). Dengan mengetahui bahwa tubuh jasmaniah merupakan pernyataan lahir dari pikiran insani, dan bahwa Allah memberi saya, sebagai gambar dan keserupaan rohaniahNya, kuasa, saya melihat bahwa kuasa saya dapat dibuktikan dalam pemulihan yang wajar dari tubuh saya. Saya terus berdoa dengan kebenaran rohaniah yang berkuasa yang terdapat di Alkitab dan karya tulis Ny. Eddy, sampai kesembuhan itu tuntas.

Secara fisik saya mengalami kemajuan pada waktu berpindah tempat dari harus diangkat menjadi cukup bergeser di atas papan, kemudian menggunakan kursi roda, lalu menggunakan alat bantu berjalan, dan akhirnya berjalan sendiri. Baru-baru ini, pada suatu liburan keluarga, saya berjalan lebih dari satu mil. Setiap langkah kemajuan berjalan wajar, terjadi sebagai hasil mendengarkan Allah dengan sabar untuk mendapatkan bimbingan.

Kedua kesembuhan ini merupakan kesempatan yang menakjubkan untuk merasakan kuasa Allah yang penuh kasih,  memelihara, dan menyembuhkan dalam hidup saya. Saya sungguh sangat bersyukur untuk Ilmupengetahuan Kristen.

Annette Souvenir
Warrenton, Oregon, AS

The Mission of the Herald

In 1903, Mary Baker Eddy established The Herald of Christian Science. Its purpose: "to proclaim the universal activity and availability of Truth." The definition of "herald" as given in a dictionary, "forerunner—a messenger sent before to give notice of the approach of what is to follow," gives a special significance to the name Herald and moreover points to our obligation, the obligation of each one of us, to see that our Heralds fulfill their trust, a trust inseparable from the Christ and first announced by Jesus (Mark 16:15), "Go ye into all the world, and preach the gospel to every creature."

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, July 7, 1956

Learn more about the Herald and its Mission.