Skip to main content

Penyakit yang sudah didiagnosa disembuhkan

Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 18 Agustus 2016

Aslinya diterbitkan di edisi 9 Mei 2016 majalah Christian Science Sentinel


Beberapa musim panas yang lalu, sebelum saya tahu tentang Ilmupengetahuan Kristen, istri saya dinyatakan positif mengidap suatu jenis kanker. Para dokter menyimpulkan bahwa satu-satunya cara yang mungkin dapat menyelamatkan hidupnya adalah melakukan operasi dan meskipun demikian, tidak ada jaminan bahwa dia akan bertahan hidup. Saya belum tahu bahwa Allah adalah sama sekali baik dan tidak pernah dapat memberi penyakit, dan saya bertanya-tanya mengapa Allah telah membiarkan hal ini terjadi. (Sepanjang hidup saya, saya adalah orang Kristen, tetapi hanya setelah menjadi pelajar Ilmupengetahuan Kristen saya menyadari betapa sedikit saya benar-benar memahami Kekristenan yang diajarkan Kristus.) 

Pada suatu Minggu sore, saya berjalan mengunjungi istri saya, yang hari itu berada di rumah kakaknya. Saya lelah dan hari sudah larut, jadi saya berdoa kepada Allah untuk membantu saya mencapai tujuan saya. Lalu sebuah mobil mendekat dan berhenti. Saya melihat bahwa pengendara itu seorang pria kulit putih, dan seumur hidup belum pernah ada orang kulit putih yang menawarkan tumpangan kepada saya! Saya merasa yakin dapat mempercayai orang itu, dan bahwa doa saya telah dijawab. Tetapi saya bertanya-tanya mengapa doa saya untuk kesembuhan istri saya belum dijawab. Saya sama sekali tidak tahu bahwa perjalanan ini akan menunjukkan kepada saya kebenaran yang akan membebaskan istri saya. 

Ketika kami melaju, saya menceritakan kepada pengemudi itu tentang kondisi istri saya. Dia mengatakan bahwa keadaan itu tidak benar-benar bagian dari istri saya, karena kita adalah anak-anak Allah yang bersifat rohaniah, dan Allah tidak pernah bisa membiarkan kita sakit. Allah hanya tahu bahwa kita sempurna. Saya tidak paham, tetapi ketika ia bertanya apakah ia bisa berdoa untuk istri saya, saya pikir itu tidak ada salahnya, jadi saya setuju. Tetapi alih-alih mengucapkan doa dengan bersuara, seperti kebiasaan yang saya ketahui, ia berbicara dengan saya tentang Allah, Yesus Kristus, Alkitab, dan penyembuhan. Kata-katanya memberi saya harapan dan kenyamanan, dan ia menjelaskan bahwa ia akan berdoa untuk istri saya tanpa bersuara.

Saya bisa melihat bahwa ini benar-benar adalah pernyataan kasih Kristus karena terasa begitu nyata. Ternyata pria itu pelajar Ilmupengetahuan Kristen, dan hari berikutnya, kami  berhubungan. Dia memberi saya buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci karangan Mary Baker Eddy. Saya mulai membacanya. Pada awalnya terasa sulit untuk memahaminya, tetapi buku itu memiliki dampak yang menakjubkan pada saya. Diberikannya kepada saya harapan ketika saya mulai menyadari ketidaksejatian penyakit. Saya menjelaskan apa yang saya pelajari tentang manusia sebagai ciptaan Tuhan yang sempurna dan bersifat rohaniah kepada istri saya, yang bersyukur untuk memalingkan pikirannya dari rasa sakit kepada kebaikan Tuhan. Dia menyetujui sepenuhnya ide untuk mencoba penyembuhan dalam Ilmupengetahuan Kristen, dan teman baru saya, yang adalah seorang Ahli Ilmupengetahuan Kristen melanjutkan berdoa untuk istri saya.

Beberapa minggu kemudian, saya dan istri saya pergi ke rumah sakit untuk menjalani operasi yang telah dijadwalkan. Ketika para dokter melakukan beberapa tes awal, mereka menemukan bahwa kanker itu telah lenyap sama sekali. Istri saya telah sembuh! Kejadian itu sudah berlangsung lebih dari satu tahun sekarang, dan kesembuhan itu permanen.

Saya dan istri saya tetap menelpon teman kami, Ahli Ilmupengetahuan Kristen itu, kalau kami memerlukan doa penyembuhan Ilmupengetahuan Kristen, dan kami mengalami banyak penyembuhan lainnya. Saya sudah mulai menghadiri cabang Gereja Kristus, Ahli Ilmupengetahuan, di Harare, dan saya dan istri saya membaca majalah Sentinel. Kedua sumber daya ini sangat membantu karena saya belajar lebih banyak kebenaran tentang Allah dan manusia.

Suatu kali, pergelangan kaki saya cedera setelah saya menginjak lubang saat berlari. Mula-mula kelihatannya mungkin pergelangan kaki saya patah. Dengan segera saya berdoa untuk mengetahui bahwa sebagai cerminan rohaniah Allah, manusia tidak bisa dihancurkan dan tidak bisa cedera. Saya bersikukuh bahwa cedera seperti itu tidak mungkin terjadi di bawah pemerintahan Allah, yang sepenuhnya baik. Beberapa menit kemudian, rasa sakit itu berhenti, dan meskipun keesokan harinya timbul lagi sedikit rasa sakit, hal itu dengan cepat menghilang. Saya tidak pernah memiliki masalah lagi dengan pergelangan kaki itu.

Saya telah mengalami kesembuhan lainnya, misalnya dari cedera lutut, dan juga telah menyaksikan kesembuhan orang lain yang telah meminta saya untuk berdoa bagi mereka. Antara lain, kesembuhan dari sakit gigi, masalah yang sulit dalam pekerjaan, dan ketidak-selarasan di antara teman-teman.

Melalui Ilmupengetahuan Kristen, siapa pun dapat mengalami kuasa Tuhan untuk menyembuhkan, sebagaimana ditunjukkan oleh Yesus Kristus dan murid-muridnya. Setelah melihat begitu banyak penyembuhan dalam pengalaman saya sendiri, tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa Ilmupengetahuan ilahi memang Penghibur yang kudus yang dijanjikan Yesus kepada kita.

Tawanda Meki
Harare, Zimbabwe

Saya istri Tawanda dan saya sangat senang dan merasa sangat terhormat cerita saya dibaca di seluruh dunia sebagai bukti bahwa kesempurnaan Allah adalah sejati. Penyembuhan saya terjadi seperti dijelaskan Tawanda.

Wayne Chisunga

The Mission of the Herald

In 1903, Mary Baker Eddy established The Herald of Christian Science. Its purpose: "to proclaim the universal activity and availability of Truth." The definition of "herald" as given in a dictionary, "forerunner—a messenger sent before to give notice of the approach of what is to follow," gives a special significance to the name Herald and moreover points to our obligation, the obligation of each one of us, to see that our Heralds fulfill their trust, a trust inseparable from the Christ and first announced by Jesus (Mark 16:15), "Go ye into all the world, and preach the gospel to every creature."

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, July 7, 1956

Learn more about the Herald and its Mission.