Skip to main content

“Pilihlah”

Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 18 Desember 2018

Aslinya diterbitkan di The First Church of Christ, Scientist, and Miscellany  [Gereja Pertama Kristus, Ahli Ilmupengetahuan, dan Serba-Serbi]


Terjemahan dari pesan pembaktian Mary Baker Eddy yang berjudul, “‘Choose Ye’” [“‘Pilihlah’”] ini adalah pemberian Dewan Direktur Ilmupengetahuan Kristen dari Gereja Induk. Ny. Eddy adalah Penemu dan Pendiri Ilmupengetahuan Kristen, pengarang buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci, dan Pendeta Emeritus Gereja Induk, Gereja Pertama Kristus, Ahli Ilmupengetahuan, di Boston, AS. Sepanjang tahun 2014, seluruh keluarga besar pelajar Ilmupengetahuan Kristen diajak untuk mempelajari dan merenungkan pesan Ny. Eddy “‘Pilihlah’” tersebut, bersama dengan pernyataan beliau, “Yesus mendirikan gerejanya dan memelihara pengutusannya atas dasar rohaniah penyembuhan dengan Kristus” (Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci, hlm.136).

Terjemahan ini mewakili upaya terbaik sampai saat ini dalam menerjemahkan artikel “‘Choose Ye’” [“‘Pilihlah’”] dari buku The First Church of Christ, Scientist, and Miscellany [Gereja Pertama Kristus, Ahli Ilmupengetahuan, dan Serba-Serbi], (hlm. 3) karangan Mary Baker Eddy. Meskipun terjemahan ini belum sepenuhnya diperiksa dengan sempurna, namun kami tetap menerbitkannya untuk mendukung pertumbuhan rohaniah yang berkelanjutan para pengguna bahasa Indonesia dan untuk memperkenalkan Ilmupengetahuan Kristen kepada lingkungan yang lebih luas.

“Pilihlah”

The First Church of Christ, Scientist, and Miscellany, halaman 3-6.

Pesan dari Mary Baker Eddy pada Acara Pembaktian Gedung Perluasan Gereja Induk Kristus, Ahli Ilmupengetahuan, 10 Juni 1906

Saudara-saudaraku yang terkasih: — Kekuasaan ilahi Kebenaran menuntut perbuatan baik untuk dapat membuktikan kebenaran, dan ini tidak hanya sesuai dengan keinginan insani tetapi dengan kuasa rohaniah. Rasul Yohanes menulis: “Berbahagialah orang yang melakukan perintahNya, sehingga mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.” Dari Alkitab versi King James Daun kering iman tanpa perbuatan, yang berserakan di tempat-tempat terbengkalai di Sion, berseru kepada para pembaharu, “Tunjukkanlah kepadaku imanmu dari perbuatan-perbuatanmu.”

Ilmupengetahuan Kristen bukanlah sesuatu yang tinggal terpisah menyendiri seperti raja; bukan pula hukum zat, atau paham yang melampaui penanggapan pancaindera yang menyembuhkan hanya orang sakit. Ilmupengetahuan ini adalah hukum Budi ilahi, suatu dorongan yang bersifat membujuk, suatu naluri yang tidak bisa salah, penolong yang senantiasa hadir. Kehadirannya terasa, karena Ilmupengetahuan bekerja dan bekerja secara bijak, senantiasa mengembangkan jalan raya akan harapan, iman, pengertian. Itulah bahasan yang lebih luhur, harapan yang lebih luhur; dan akibatnya pada manusia terutama adalah — perenungan memaksanya untuk melihat, bahwa kebaikan yang telah datang di dalam hidupnya adalah sejati, siapa pun yang melakukan hal itu. Seorang Ahli Ilmupengetahuan Kristen membuktikan panggilannya. Pilihlah!

Ketika, dengan kehilangan imannya kepada zat dan dosa, seseorang menemukan roh Kebenaran, maka ia mempraktekkan Aturan Kencana secara spontan; dan ketaatan kepada aturan ini merohanikan manusia, karena kemauan maupun ketidakmauan dunia tidak bisa menaklukkan hal itu. Hawa nafsu, ketidakjujuran, dosa, menjadikan pelajar tidak berdaya; semua itu menghalangi praktek atau pengajaran yang efisien akan Ilmupengetahuan Kristen, kebenaran tentang wujud manusia. Tertulis dalam Kitab Suci: “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” Menurut dasar ini, berapa banyak yang mengikuti Sang Penunjuk Jalan? Kita mengikuti Kebenaran hanya bila kita mengikutinya dengan benar, rendah hati, sabar, secara rohaniah, memberkati orang suci dan orang berdosa dengan ragi Kasih ilahi yang diadukkan perempuan ke dalam Kekristenan dan ilmu pengobatan.

Seorang Ahli Ilmupengetahuan Kristen yang sejati mengasihi orang Protestan dan Katolik, Doktor Teologi dan Dokter Umum, — mengasihi semua yang mengasihi Allah, kebaikan; dan ia mengasihi musuh-musuhnya. Akan ternyata, bahwa alih-alih menentang, orang seperti itu membantu kepentingan para dokter dan Kekristenan, dan mereka tumbuh bersama, belajar mengetahui bahwa kekuasaan Budi adalah kemauan baik terhadap sesama manusia. Maka dengan mengembangkan logam yang sebenarnya dalam watak, besi pada sifat manusia luruh mengeropos; kejujuran dan keadilan mencirikan orang yang mencari dan menemukan Ilmupengetahuan Kristen.

Tinggi hati karena kedudukan dan kekuasaan adalah penguasa dunia ini dan sekali-kali tidak mengambil bagian dalam Kristus. Sang Guru kita yang agung bersabda: “Jika kamu tidak ... menjadi seperti anak kecil ..., kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,”— pemerintahan keadilan, kemuliaan kebaikan, menyembuhkan orang sakit dan menyelamatkan orang berdosa. Ketinggian harapan saya haruslah tetap demikian. Kemuliaan bagi-Mu, Engkau Allah yang maha tinggi dan dekat.

Apa pun yang tidak wajar secara ilahi dan dapat dibuktikan kebenarannya, dalam etika, filsafat, atau agama, tidak berasal dari Allah, melainkan dari budi manusia fana. Itulah mimpi tentang Adam menurut ceritera kiasan yang disebutkan dalam Kitab Suci, di mana manusia disangkakan berawal dari debu dan wanita dihasilkan dari tulang rusuk laki-laki, — pernikahan sama artinya dengan nafsu yang disahkan, dan keturunan pancaindera adalah pembunuh-pembunuh saudara mereka!

Sama sekali terpisah dari mimpi fana ini, kesan khayal dan pandangan khayal pancaindera ini, Ilmupengetahuan Kristen datang untuk menyatakan bahwa manusia adalah gambar Allah, ideNya, bersama-sama ada denganNya — Allah memberikan semua dan manusia memiliki semua yang diberikan Allah. Kalau demikian, dari manakah datang ciptaan zat, dosa, dan maut, tinggi hati dan kekuasaan yang bersifat fana, kemuliaan atau hak istimewa? Firman Pertama dalam hukum Musa, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku,” dan Aturan Kencana adalah semua-dalam-semua dari Ilmupengetahuan Kristen. Semua itu adalah idealisme serta kesejatian rohaniah, yang kalau disadari, merupakan seorang Ahli Ilmupengetahuan Kristen, menyembuhkan orang sakit, memperbaiki orang berdosa, dan merampas kemenangan kubur. Pengertian rohaniah yang membuktikan Ilmupengetahuan Kristen, menyanggupkan Ahli Ilmupengetahuan Kristen yang saleh untuk menyembah, bukan Allah yang tidak dikenal, tetapi Dia, yang meski dipahami bahkan sebagian saja, membuat Ahli Ilmupengetahuan itu terus mengasihiNya serta melayaniNya dengan lebih baik.

Saudara-saudara yang terkasih, saya tidak bersama anda secara pribadi pada pembaktian serta kebaktian perjamuan suci yang patut dikenang ini, tetapi saya bersama anda “dalam roh dan dalam kebenaran,” dengan penuh kasih menyatakan terima kasih untuk kemurahan hati serta kesetiaan anda, dan pada hakikatnya mengatakan seperti yang dikatakan nabi: Teruslah memilih kepada siapa kamu akan beribadah.

Melupakan Aturan Kencana dan menurutkan dosa, manusia tidak dapat beribadah kepada Allah; mereka tidak dapat membuktikan kemahakuasaan Budi ilahi yang menyembuhkan orang sakit dan orang berdosa. Kemauan insani mungkin memikat dan menyesatkan manusia; kebijaksanaan ilahi tidak pernah begitu. Menurutkan kebohongan adalah seperti seorang tertuduh yang membela kepentingan penuduh, agar dijatuhkan suatu keputusan, yang oleh tertuduh diketahui akan ditujukan melawan dirinya sendiri.

Kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Apakah kita mengasihi Allah di atas segala-galanya? Apakah kita jujur, adil, setia? Apakah kita jujur kepada diri kita sendiri? “Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan: karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” Tinggal di dalam diri kita yang lebih baik serta bebas dari diri adalah berhenti selamanya dari dosa-dosa kedagingan, kesalahan-kesalahan kehidupan insani, penggoda dan godaan, senyum serta kebohongan kutukan. Ketika kita telah mengalahkan dosa dalam segala bentuknya, orang mungkin mencerca kita dan menganiaya kita, dan kita akan bersukacita karena “upah [kita] besar di surga.”

Anda telah dengan cakap dan bijak menyediakan bagi Gereja Induk Kristus, Ahli Ilmupengetahuan, suatu tempat ibadah yang menakjubkan, di mana orang bisa masuk dan berdoa. Sangat terkesan dan berbesar hati oleh semua ini, saya mengucapkan terima kasih yang dalam kepada anda untuk bukti akan kemajuan, kesatuan, serta kasih anda ini. Bangunan sederhana Gereja Induk Kristus, Ahli Ilmupengetahuan, mulai dengan salib; perluasannya yang semakin tinggi adalah mahkotanya. Kamar Pemimpin anda tetap berada di awal bangunan ini, sebagai bukti akan puji-pujian yang dipanjatkan bayi-bayi dan firman yang keluar dari mulut Allah. Kesudahan yang memahkotainya naik menuju suatu monumen mental, suatu bangunan luhur jauh di atas karya tangan manusia, yakni hasil dari hati mereka, yang memberikan kepada yang kebendaan suatu makna rohaniah — kecepatan, keindahan, dan pencapaian-pencapaian kebaikan. Menurut hemat saya gereja ini adalah satu-satunya bangunan di bumi yang paling melambangkan penyangkalan diri, harapan, iman; kasih menangkap sekilas kemuliaan.Dari Alkitab versi King James.


“Choose Ye”

Message from Mary Baker Eddy on the occasion of the Dedication of the Extension of The Mother Church of Christ, Scientist, June 10, 1906

My Beloved Brethren: — The divine might of Truth demands well-doing in order to demonstrate truth, and this not alone in accord with human desire but with spiritual power. St. John writes: “Blessed are they that do His commandments, that they may have right to the tree of life, and may enter in through the gates into the city.” The sear leaves of faith without works, scattered abroad in Zion’s waste places, appeal to reformers, “Show me thy faith by thy works.”

Christian Science is not a dweller apart in royal solitude; it is not a law of matter, nor a transcendentalism that heals only the sick. This Science is a law of divine Mind, a persuasive animus, an unerring impetus, an ever-present help. Its presence is felt, for it acts and acts wisely, always unfolding the highway of hope, faith, understanding. It is the higher criticism, the higher hope; and its effect on man is mainly this — that the good which has come into his life, examination compels him to think genuine, whoever did it. A Christian Scientist verifies his calling. Choose ye!

When, by losing his faith in matter and sin, one finds the spirit of Truth, then he practises the Golden Rule spontaneously; and obedience to this rule spiritualizes man, for the world’s nolens volens cannot enthrall it. Lust, dishonesty, sin, disable the student; they preclude the practice or efficient teaching of Christian Science, the truth of man’s being. The Scripture reads: “He that taketh not his cross, and followeth after me, is not worthy of me.” On this basis, how many are following the Way-shower? We follow Truth only as we follow truly, meekly, patiently, spiritually, blessing saint and sinner with the leaven of divine Love which woman has put into Christendom and medicine.

A genuine Christian Scientist loves Protestant and Catholic, D.D. and M.D., — loves all who love God, good; and he loves his enemies. It will be found that, instead of opposing, such an individual subserves the interests of both medical faculty and Christianity, and they thrive together, learning that Mind-power is good will towards men. Thus unfolding the true metal in character, the iron in human nature rusts away; honesty and justice characterize the seeker and finder of Christian Science. The pride of place or power is the prince of this world that hath nothing in Christ. Our great Master said: “Except ye . . . become as little children, ye shall not enter into the kingdom of heaven,” — the reign of righteousness, the glory of good, healing the sick and saving the sinner. The height of my hope must remain. Glory be to Thee, Thou God most high and nigh.

Whatever is not divinely natural and demonstrably true, in ethics, philosophy, or religion, is not of God but originates in the minds of mortals. It is the Adam-dream according to the Scriptural allegory, in which man is supposed to start from dust and woman to be the outcome of man’s rib, — marriage synonymous with legalized lust, and the offspring of sense the murderers of their brothers!

Wholly apart from this mortal dream, this illusion and delusion of sense, Christian Science comes to reveal man as God’s image, His idea, coexistent with Him — God giving all and man having all that God gives. Whence, then, came the creation of matter, sin, and death, mortal pride and power, prestige or privilege? The First Commandment of the Hebrew Decalogue, “Thou shalt have no other gods before me,” and the Golden Rule are the all-in-all of Christian Science. They are the spiritual idealism and realism which, when realized, constitute a Christian Scientist, heal the sick, reform the sinner, and rob the grave of its victory. The spiritual understanding which demonstrates Christian Science, enables the devout Scientist to worship, not an unknown God, but Him whom, understanding even in part, he continues to love more and to serve better.

Beloved, I am not with you in propria persona at this memorable dedication and communion season, but I am with you “in spirit and in truth,” lovingly thanking your generosity and fidelity, and saying virtually what the prophet said: Continue to choose whom ye will serve.

Forgetting the Golden Rule and indulging sin, men cannot serve God; they cannot demonstrate the omnipotence of divine Mind that heals the sick and the sinner. Human will may mesmerize and mislead man; divine wisdom, never. Indulging deceit is like the defendant arguing for the plaintiff in favor of a decision which the defendant knows will be turned against himself.

We cannot serve two masters. Do we love God supremely? Are we honest, just, faithful? Are we true to ourselves? “God is not mocked: for whatsoever a man soweth, that shall he also reap.” To abide in our unselfed better self is to be done forever with the sins of the flesh, the wrongs of human life, the tempter and temptation, the smile and deceit of damnation. When we have overcome sin in all its forms, men may revile us and despitefully use us, and we shall rejoice, “for great is [our] reward in heaven.”

You have dexterously and wisely provided for The Mother Church of Christ, Scientist, a magnificent temple wherein to enter and pray. Greatly impressed and encouraged thereby, deeply do I thank you for this proof of your progress, unity, and love. The modest edifice of The Mother Church of Christ, Scientist, began with the cross; its excelsior extension is the crown. The room of your Leader remains in the beginning of this edifice, evidencing the praise of babes and the word which proceedeth out of the mouth of God. Its crowning ultimate rises to a mental monument, a superstructure high above the work of men’s hands, even the outcome of their hearts, giving to the material a spiritual significance — the speed, beauty, and achievements of goodness. Methinks this church is the one edifice on earth which most prefigures self-abnegation, hope, faith; love catching a glimpse of glory.


© 2014 The Christian Science Board of Directors
Diperbanyak dengan izin Dewan Direktur Ilmupengetahuan Kristen.
Artikel ini boleh diperbanyak sampai dengan seratus kopi dan dibagikan tanpa biaya, selama tidak dilakukan perubahan. Untuk izin penggunaan lainnya, silakan hubungi copyright@csps.com (mohon dalam bahasa Inggris).
Petikan-petikan dari Alkitab diambil dari Alkitab Terjemahan Baru.
© 1994, diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia di Jakarta, Indonesia.

The Mission of the Herald

In 1903, Mary Baker Eddy established The Herald of Christian Science. Its purpose: "to proclaim the universal activity and availability of Truth." The definition of "herald" as given in a dictionary, "forerunner—a messenger sent before to give notice of the approach of what is to follow," gives a special significance to the name Herald and moreover points to our obligation, the obligation of each one of us, to see that our Heralds fulfill their trust, a trust inseparable from the Christ and first announced by Jesus (Mark 16:15), "Go ye into all the world, and preach the gospel to every creature."

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, July 7, 1956

Learn more about the Herald and its Mission.