Skip to main content Skip to search Skip to header Skip to footer

Kuasa Aallah yang tidak berhingga untuk menyembuhkan

Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 1 September 2010

Diterjemahkan dari spirituality.com


Saya sedang berdiri di atas kursi menggapai batangan penggantung tirai di atas jendela ketika tiba-tiba kursi bergerak dan saya jatuh ke lantai. Saya mengulurkan tangan kanan saya ke lantai untuk mengurangi dampaknya—dan  mendengar suara keras seperti kaca pecah.

Segera saya merasakan rasa sakit yang dahsyat  di pergelangan tangan saya dan melihat lengan saya bengkok secara tidak wajar. Saya merasa sangat khawatir. Sebagai pelajar Ilmupengetahuan Kristen, saya telah mengalami banyak penyembuhan melalui doa dan telah belajar untuk mempergantungi kuasa Allah, Kasih ilahi, untuk mendapatkan pertolongan dalam berbagai situasi. Tetapi patah tulang atau persendian yang terlepas? Mula-mula saya tidak begitu yakin.

Karena tidak tahu apa yang harus saya lakukan, saya berpaling kepada Allah untuk mendapat bimbingan. Saya terdorong untuk  menelpon seorang  penyembuh Ilmupengetahuan Kristen dan minta doa penyembuhan.  Seorang penyembuh adalah orang yang mengabdikan hidupnya untuk mendoakan orang yang memerlukan kesembuhan. Penyembuh itu meyakinkan saya, bahwa saya adalah anak yang sempurna dari Allah yang sempurna. Dia mengingatkan saya bahwa substansi saya sama sekali bersifat rohaniah, dan bahwa saya tidak pernah dapat jatuh dari penjagaanNya yang tidak berhingga.

Ide-ide ini membantu saya merasa tenang. Saya merasakan keyakinan yang kuat dan pengertian rohaniah yang dalam di balik kata-kata penyembuh. Saya tahu bahwa ide-ide tersebut datang langsung dari Alkitab dan telah dibuktikan oleh banyak orang, oleh karena itu dengan cepat saya memutuskan untuk bergantung kepada Allah saja guna mendapatkan kesembuhan. Saya minta penyembuh berdoa untuk saya, dan dengan segera dia menyetujuinya.

Untuk mengurangi ketakutan saya dan membantu memusatkan pikiran pada identitas saya yang rohaniah, penyembuh memberikan petikan ini dari buku Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci:  “Saat telah dekat, ketika budi fana akan meninggalkan dasarnya yang badaniah, organis, dan kebendaan, ketika Budi baka dan segala yang dibentukNya akan dipahami dalam Ilmupengetahuan, dan kepercayaan kebendaan tidak akan mencampuri fakta-fakta rohaniah. Manusia bersifat tidak dapat dimusnahkan dan abadi. Pada suatu waktu kita akan menginsafi, bahwa budi fana membangun tubuh fana dengan bahan-bahan fana budi ini sendiri. Dalam Ilmupengetahuan tidak dapat sungguh-sungguh terjadi patah tulang ataupun tulang yang keluar dari persendiannya. Kita katakan, bahwa kecelakaan, cedera, dan penyakit membunuh manusia, tetapi hal itu tidaklah benar. Hidup manusia adalah Budi. Tubuh yang kebendaan hanyalah menyatakan apa yang dipercayai oleh budi fana, entah hal itu suatu tulang yang patah, penyakit, ataupun dosa” (hlm. 402).

Budi adalah nama lain untuk Allah, dan saya semakin yakin dapat  bergantung kepada Allah untuk menyembuhkan pergelangan tangan saya. Saya tahu harus berpaling dari kesaksian kebendaan yang mengatakan bahwa pergelangan tangan saya patah, dan saya merenungkan secara lebih dalam identitas rohaniah saya sebagai ide Allah.

Mary Baker Eddy, penemu dan pendiri Ilmupengetahuan Kristen, dengan jelas menunjukkan jalan ketika menulis, “Tujukanlah pikiran dengan tetap kepada yang kekal, yang baik, dan yang hakiki, maka makin dipenuhi pikiran kita dengan hal itu, makin banyak kita akan mengalaminya dalam kehidupan kita” (Ilmupengetahuan dan Kesehatan, hlm. 261).

Dengan bantuan ibu saya, saya membalut pergelangan tangan saya dengan pembalut elastis  dan mengenakan baju lengan panjang sehingga perhatian saya tidak terfokus pada cedera itu. Alih-alih membiarkan diri saya membayangkan bagaimana saya jatuh dari kursi menghantam lantai, saya memilih untuk mengisi pikiran dengan kebenaran mengenai identitas rohaniah saya serta kasih Allah yang merangkul saya. Dapat dikatakan, saya meluangkan tempat untuk kesembuhan.

Malam itu saya tidur dengan tenang, hanya sedikit saya merasa kesakitan. Keesokan harinya saya menelpon penyembuh dan memintanya untuk melanjutkan berdoa bagi saya. Sekali lagi saya merasakan keyakinan yang tenang dalam kata-katanya yang memberitahukan wujud saya yang sempurna dan bersifat rohaniah dan tidak mengandung sedikitpun unsur kebendaan.

Saya merasakan sesuatu yang hangat di pergelangan tangan saya. Sesuatu sedang terjadi dan secara naluri saya tahu bahwa itu bagus sekali. Dalam kilas balik, saya sadar bahwa saya mengalami kuasa Kasih, Asas ilahi, membetulkan pergelangan tangan saya. Kesaksian jasmaniah akan tulang yang patah menyerah kepada fakta rohaniah akan kesempurnaan saya.

Beberapa hari kemudian, saat melihat pergelangan tangan saya, ternyata semuanya sempurna. Masih ada sedikit rasa tidak nyaman, tetapi setelah beberapa minggu saya sepenuhnya dapat menggunakan kembali pergelangan tangan saya tanpa kendala.

Saya sangat bersyukur atas dukungan yang menakjubkan yang diberikan para penyembuh Ilmupengetahuan Kristen dan untuk pengertian saya yang semakin baik bahwa doa dan Allah memiliki kemampuan yang tidak terbatas untuk meluhurkan dan mengubah pengalaman insani kita. Melalui penyembuhan ini saya menyadari perlunya menggeser pikiran secara radikal dari keadaan kebendaan dan mengakui keselarasan ciptaan rohaniah Allah, yang selalu siap untuk kita alami dan nyatakan.

Misi Bentara

Pada tahun 1903, Mary Baker Eddy mendirikan Bentara Ilmupengetahuan Kristen. Tujuannya: “untuk memberitakan kegiatan serta ketersediaan universal dari Kebenaran.” Definisi “bentara” dalam sebuah kamus adalah “pendahulu—utusan yang dikirim terlebih dahulu untuk memberitakan hal yang akan segera mengikutinya,” memberikan makna khusus pada nama Bentara dan selain itu menunjuk kepada kewajiban kita, kewajiban setiap orang, untuk memastikan bahwa Bentara memenuhi tugasnya, suatu tugas yang tidak dapat dipisahkan dari Kristus dan yang pertama kali disampaikan oleh Yesus (Markus 16:15), “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, 7 Juli 1956

Belajar lebih lanjut tentang Bentara dan Misinya.