Skip to main content

Daging tumbuh disembuhkan

Dari Bentara Ilmupengetahuan Kristen - 1 September 2012

Diterjemahkan dari Christian Science Sentinel, edisi 21 Mei 2012


Lebih dari dua tahun yang lalu, saya melihat daging tumbuh di kepala saya. Saya berdoa sepintas lalu, mengetahui bahwa Allah adalah satu-satunya sebab dan bahwa semua pertumbuhan yang  sejati bersifat rohaniah. Saya pikir daging tumbuh itu akan lenyap dengan sendirinya, seperti daging tumbuh lain yang lebih kecil, di masa lalu. Tetapi daging tumbuh itu malah membesar dan mengeras, dan setelah lewat beberapa bulan kelihatan jelek sekali. Makin lama makin sulit bagi saya untuk menyembunyikannya ketika menyisir, dan seringkali saya mengenakan topi baseball untuk menutupinya. 

Saya sadar harus berdoa dengan lebih tekun mengenai masalah itu, dan selama tahun berikutnya saya minta bantuan beberapa penyembuh Ilmupengetahuan Kristen di saat yang berbeda. Saya merasakan pertumbuhan rohaniah yang besar dalam periode tersebut dan saya bersukacita  karena semakin memahami bahwa saya sejatinya bersifat rohaniah, sebagai anak Allah yang diciptakan dalam gambar dan keserupaanNya (lihat Kejadian 1:26, 27). Namun tidak ada perubahan berarti pada daging tumbuh itu. 

Suatu terobosan terjadi saat saya melakukan surat menyurat dengan seorang penyembuh. Dalam membahas sifat khayal kejahatan, dia mengatakan bahwa jika sesuatu tidak kelihatannya sejati, maka hal itu bukan khayalan! Itulah definisi khayalan. Pemikiran tersebut benar-benar menarik perhatian saya, dan saya melihat semakin jelas bahwa daging tumbuh itu hanya suatu fenomena penanggapan kebendaan dan bukan bagian dari wujud saya yang sejati.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, sebuah kesembuhan yang dialami seorang teman di muat di surat kabar dalam suatu artikel tentang Ilmupengetahuan Kristen. Artikel itu menceriterakan kesembuhannya dari daging tumbuh di lehernya. Artikel itu sangat membantu saya untuk lebih tekun dalam usaha mematahkan ketakutan mengenai daging tumbuh yang saya alami dan melihat hal itu sebagai dusta belaka. Saat itu saya mendapatkan semangat baru ketika kutil yang besar yang telah lama tumbuh di punggung saya jatuh dengan sendirinya tanpa menimbulkan rasa sakit. 

Salah satu titik balik dalam penyembuhan daging tumbuh di kepala saya adalah ketika saya  membaca transkrip dari audio chat yang berjudul  “Healing Incurable Disease—with Christian Science  (Menyembuhkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan—dengan Ilmupengetahuan Kristen,” Marian English, 2 Maret, 2010, JSH-Online.com). Dalam pembicaraan itu, seorang penyembuh dan guru Ilmupengetahuan Kristen menjawab berbagai pertanyaan dan melakukan dialog dengan para pendengar yang mengirimkan pertanyaan mereka. Dari pembicaraan tersebut, saya mendapatkan banyak wawasan mengenai penyembuhan, termasuk penegasan, bahwa doa dalam Ilmupengetahuan Kristen bukanlah usaha untuk memperbaiki zat melainkan menjadikan nyata semua kebaikan yang telah dilakukan Allah. 

Hal lain yang sangat mengena bagi saya dari pembicaraan tersebut adalah jawaban penyembuh kepada seorang pendengar yang berkomentar, bahwa dia telah mengalami kemajuan yang luar biasa dalam pemahaman tentang wujud rohaniahnya berkat usahanya berdoa bersama seorang penyembuh untuk mengatasi masalah yang menurut ilmu kedokteran tidak bisa disembuhkan, tetapi, menurut pendengar itu, tidak ada perubahan pada gejala medisnya.

Sebagai tanggapan, penyembuh menceriterakan pengalaman pribadinya tentang kesembuhan yang memakan waktu lama, bahwa hanya setelah dia menundukkan setiappikirannya untuk taat sepenuhnya kepada Kristus—bukan hanya sebagian dari pikirannya—barulah dia mendapatkan wawasan yang diperlukannya (lihat 2Kor 10:5). Penyembuh itu mengatakan bahwa kesembuhan terjadi hanya sesudah dia berpikir benar tentang dirinya setiap saat, dan percaya sepenuhnya kepada Allah. 

Tidak lama setelah membaca transkrip tersebut, dan memperoleh wawasan serta ilham yang baru, daging tumbuh di kepala saya mulai mengering dan hal itu terus terjadi selama dua minggu, dan hanya meninggalkan tanda kecil di kulit kepala saya. Saya juga ingin menyampaikan bahwa beberapa bulan sesudah kesembuhan tersebut, sebuah kutil di lengan saya juga luruh dengan sendirinya.  

Saya sangat bersyukur untuk pembuktian akan kesembuhan rohaniah ini. Dari pengalaman ini saya telah memperoleh keyakinan baru dalam memberikan doa penyembuhan Ilmupengetahuan Kristen bagi diri saya maupun dalam membantu orang lain melalui doa.


The Mission of the Herald

In 1903, Mary Baker Eddy established The Herald of Christian Science. Its purpose: "to proclaim the universal activity and availability of Truth." The definition of "herald" as given in a dictionary, "forerunner—a messenger sent before to give notice of the approach of what is to follow," gives a special significance to the name Herald and moreover points to our obligation, the obligation of each one of us, to see that our Heralds fulfill their trust, a trust inseparable from the Christ and first announced by Jesus (Mark 16:15), "Go ye into all the world, and preach the gospel to every creature."

Mary Sands Lee, Christian Science Sentinel, July 7, 1956

Learn more about the Herald and its Mission.